Friday, 29 September 2017

Nasehat Antara Murid dan Guru di Majelis Alam Bashiroh part 2



Nasehat Antara Murid dan Guru di Majelis Alam Bashiroh part 2

Ust. Faisal Al-Fikri { M.A.B }: Amalan yg Sekali baca yg nilainya sama dengan seribu kali baca ialah faham. Dalam arti kata faham ketika dibaca, seandai nya kita berbicara dengan atasan kita tanpa kefahaman sudah tentu kita dibilang ngigau yaitu berbicara tak karuan hehe

Ust. Faisal Al-Fikri { M.A.B }: Begitu juga dengan amalan shalawat nabi,  contoh shalawat munjiyat,  ketika kita mengucapkan nya seribu kali,  maka bisa kita uraikan dengan cukup membaca sedikit saja doa nya namun yg diperbanyak shalawat nabi nya,, karena didalam do'a tadi terurai kata : yang dengan shalawat itu dapat "memenuhi segala hajat". Nah jika kita mengharap keberkahan dari shalawat nya maka perbanyak lah bershalawat :)

Soleh Sudarmaji: Kadang harus dijaharkan sedikit Pak Ustadz dzikirnya, supaya dipaksa ingat artinya... Itulah yg payah kadang saya rasakan.. Karena pasti ada tolakan yg keras dari tengah dada, seperti emosi yg ingin diluapkan. Tetapi kalau diteruskan nanti akan plong seperti ada yg pergi dari situ...

Ust. Faisal Al-Fikri { M.A.B }: Dijahar kan atau dilisan kan dengan ucapan bibir boleh namun pelan2, dan lebih utamakan dihati agar dapat diresapi..  Kalau saya kaji,  dihati itu amalan buat kebaikan didunia yg mudah2an menuju kebaikan akherat. Namun di lisan nya ialah catatan pahala :)

Ust. Faisal Al-Fikri { M.A.B }: Latih juga ketika shalat, disaat bertakbir kita ucap ALLAHU AKHBAR,  maka dihati kita telah memahami nya Allah Maha Besar
Dan bacaan lain nya

Soleh Sudarmaji: Tapi kalau sdh plong bisa otomatis Pak Ustadz,  mengingat sendiri dihati dan pikiran... Tpi seperti menghidupkan mesin harus dipanasin dulu... Hehhehe..  Belum bisa otomatis..


Ust. Faisal Al-Fikri { M.A.B }: insya Allah ketemu dengan yg dinama kan khusyuk

Soleh Sudarmaji: Begitulah Pak Ustadz,  mungkin perlahan. Soalnya berpindah dari kesibukan dunia atau seumpama baru tidur saya harus tata dulu,  atau lepas ikatan2 itu... Baru perlahan-lahan masuk dzikrullah...

Ust. Faisal Al-Fikri { M.A.B }: Ohya pak aji, sepengalaman pak aji. Apakah pernah masuk kealam dada pak aji sendiri

Soleh Sudarmaji: Saya belum pernah secara khusus Pak Ustadz... Tetapi kalau berbicara atau diganggu suara2 sendiri dari dasar dada kadang sering. Apalagi pas ketika umpamanya saya menerawang paati banyak suara yg menyesatkan...

Ust. Faisal Al-Fikri { M.A.B }: Mau bapak melihat mereka? :)

Soleh Sudarmaji: Bagaimana caranya Pak Ustadz... Apakah kontak biasa pengin ketemu mereka atau ada bacaan khusus?  Mohon petunjuknya Pak...

Ust. Faisal Al-Fikri { M.A.B }: Pak aji pernah merasakan berdebar didada?

Soleh Sudarmaji: Ini seperti tadi pas tidur,  saya denger rame orang ngobrol jadi bangun saya... Hehee

Ust. Faisal Al-Fikri { M.A.B }: Hehe denger nya ditelinga apa didalam dada

Soleh Sudarmaji: Seringlah Pak Ustadz,  apalagi kalau ada yg lagi bicara ke bathin saya... Apakah itu saya sdg berhadapan dgn ulama sufi yg tinggi ilmunya atau ada orang jauh yg pengin tahu dalam saya...

Soleh Sudarmaji: Didada Pak Ustadz... Ya jelas tpi tdk tahu apa yg diobrolin...

Ust. Faisal Al-Fikri { M.A.B }: Wallahu 'alam kalau masalah itu pak aji, yg hendak saya arahkan, pak aji saat ini dapat mengenal dengan tanda posisi letak ketika berdebar itu dimana hehe

Soleh Sudarmaji: Silahkan Pak Ustadz... Saya simak

Ust. Faisal Al-Fikri { M.A.B }: Saat ini bapak dapat tanda letak nya ketika berdebar?

Soleh Sudarmaji: Diatas jantung sedikit, dari tengah dada bergeser sedikit kearah jantung Pak...

Ust. Faisal Al-Fikri { M.A.B }: Kalau dijantung kemungkinan debaran jantung, biasa nya debaran tersebut ada ditengah dada yg tidak dalam dada maupun diluar dada

Soleh Sudarmaji: Betul Pak Ustadz... Ya disekitaran itulah. Saya tdk terlalu perhatikan...

Ust. Faisal Al-Fikri { M.A.B }: Coba bapak dawam kan " shalawat Allah keatas Muhammad, yang dengan shalawat itu dapat membawa saya melihat mahluk pembisik didalam dada 7x, agak tunduk kepala sedikit kearah dada, sambil pejamkan mata lalu dawamkan shalawat jibril 100x dengan pokus ditempat yg telah saya jelas kan tadi. Silahkan pak aji

Soleh Sudarmaji: Saya masuk kepadang yg luas Pak. Seperti dibulan atau entahlah yg terang sekali. Dari kejauhan melihat banyak yg lari begitu saya masuk. Ada yg menyumpah2 juga jangan ikuti Ustadz itu... Terus saja saya berjalan mahluk2 macam2 itu pada berlarian. Saya berjalan diikuti seekor harimau,  ditengah padang yg luas saya temui seorang yg membelakangi saya,  mungkin sedang tafakur dia. Diam saja... Ada cahaya yg terang dari belakang saya yg membuat mahluk2 itu berlarian Pak... Banyak binatangnya juga...




Ust. Faisal Al-Fikri { M.A.B }: Subhanallah. Mereka lah yg sering bapak dengar hehe.. Mudah2an dengan petunjuk demikian dapat membawa bapak menuju kepemilikan maqom nafsul mutmaainah, barokallah

Ust. Faisal Al-Fikri { M.A.B }: Buat pak aji, apakah mau tau cahaya yg terang dibelakang bapak yg membuat mereka berlarian?
Bismillahirrohamnirrohim
 (Al-Baqarah):208 - Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
Semenjak saya memahami ayat Alqur'an diatas, bahwa kita dianjurkan untuk masuk keagama islam dengan sebaik2nya yaitu islam didalam dan diluar diri kita. Ketika kita memperbaiki keislaman yg didalam diri kita maka ada beberapa musuh yg tidak senang akan hal demikian,  maka dari itu harus kita sadari bahwa syaitan itu ialah musuh yang nyata dan wajib kita perangi dengan semampu kita
Nah semenjak gendang peperangan dimulai,  maka para syaitan yg berawal dihati saya. Mengancam saya dengan beberapa ancaman, termasuk akan menjerumuskan sanak famili dan sahabat karib saya,  maka dari itu muncul lah hasutan2 mereka kepada siapa saja yg saya kenali.. Namun saya tidak gentar dengan tipuan itu, karena tugas saya ialah amar makhruf nahi mungkar yaitu mengajak orang berada dijalan Allah SWT.
Itu maka nya ketika pak aji mendengar salah satu  mahluk yg beliau jumpa didalam alam bashiroh nya, saya tidak terkejut lagi bahwa syaitan itu mengatakan jangan ikuti ustadz itu hehe

Soleh Sudarmaji: Naam Pak Ustadz,  baru nyimak. Baru selesai aktivitas kantor. Hari ini udah bisa nurutin nasehat Pak Ustadz.  Enjoy saja,  jgn sampai terlarut dalam urusan dunia yg gegap gempita hingga lalai benar atau salah..

Ust. Faisal Al-Fikri { M.A.B }: Alhamdulillah itu lah haqiqat nya yaitu kehidupan yg seimbang, sehingga kelak Allah SWT memasuki kita dalam golongan tajrid maka kita lebih condongkan ke urusan akherat semata. Ada pun cahaya yang bapak bawa didalam hati ialah, cahaya Allah dari amalan2 yang dititipkan pada diri bapak, yang seandai nya cahaya itu meresap kedalam alam bashiroh bapak maka tidak perlu untuk bapak masuk kealam itu, insya Allah cahaya itu memancar dari dalam maupun dari luar

Soleh Sudarmaji: Pangestunipun Pak Ustadz,  doanya agar tetap istiqomah. Monggo dilanjut,  ndherek nyimak kemawon...




0 komentar:

Post a Comment

Salamun 'alaik..
Bacalah basmalah sebelum memulai sesuatu