Tuesday, 20 June 2017

Tarbiyah Tentang Shalawat

Sallallahu 'alaa Muhammad
arti nya :
shalawat Allah keatas Muhammad

dalil :
(Al-'Aĥzāb):56 - Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

kajian :
 (Ghāfir):68 - Dialah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya: "Kun/Jadilah", maka jadilah ia.

Allah SWT Maha kuasa, tiada kekuatan lain selain kekuatan Nya, jika mengkehendaki sesuatu cukup berkata KUN, maka jadi lah, namun jika Dia mengkehendaki sesuatu dengan lebih dari kata Kun, yaitu Shalluna'alannaby, maka dapat kita yakini bahwa hal tersebut ( Shalawat Nya ) ialah suatu yang cukup besar rahmat Nya yang dicurahkan keatas para nabi, terkhusus keatas Nabi Muhammad Sallallahu 'alaa Wassallam.

perbedaan :
sallallahu 'alaa Muhammad, berbeda dengan Allahumma Shalli 'ala Muhammad, yaitu letak shalawat itu pada milik Allah SWT dan milik kita sebagi permohonan kepada Nya untuk rahmat dan kesejahteraan kepada nabi besar Muhammad SAW, namun perbedaan itu bukan menjadi suatu permasalahan apalagi menjadi suatu perdebatan, melainkan menjadi suatu bukti bahwa para ahli makhrifat menemukan suatu petunjuk rahasia yang tersimpan yaitu "sirri maktum"
( rahasia didalam rahasia ).

keheranan :
rahasia didalam rahasia yang telah diketahui para ahli makhrifat ( pendzikrullah ), tidak jarang kita lihat menjadi suatu perdebatan bagi kalangan awam, bahkan bagi kalangan awam berbagai macam shalawat ialah bi'dah sebab Rasulillah tidak mengajarkan bershalawat seerti shalawat rahmat, shalawat munjiyat, shalawat fatih dll melainkan shalawat dasar yang ada didalam hadist, padahal para ahli makhrifat ( ulama ) terdahulu juga mengambil inti dari shalawat sebagai mana sabda rasulillah sallallahu 'alaa wassallam didalam hadis berikut :

“Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid, Allaahumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid”.

[SHAHIH, HR. Bukhari 4/118, 6/27, dan 7/156, Muslim 2/16, Abu Dawud no. 976, 977, 978, At Tirmidzi 1/301-302, An Nasa-i dalam “Sunan” 3/47-58 dan “Amalul Yaum wal Lailah” no 54, Ibnu Majah no. 904, Ahmad 4/243-244, Ibnu Hibban dalam “Shahih” nya no. 900, 1948, 1955, Al Baihaqi dalam “Sunanul Kubra” 2/148 dan yang lainnya]


faedah :
begitu besar nya dari kata shalawat, sehingga menimbulkan do'a dari mustajab nya do'a yang tak lain ialah shalawat, bagi kalangan ulama salaf shalawat itu sudah menjadi amalan2 mereka, maka muncul lah petunjuk Nya dari hikmah yang terkandung didalam shalawat keatas nabi Muhammad SAW, yaitu dengan shalawat tersebut dapat membukakan pintu hati kami, dan juga dengan shalawat itu dapat mencapai maksud hajad kami dan juga dapat mengangkat drajat kami setinggi2 nya, itu lah salah satu petikan do'a para alim ulama tersebut yang dengan bershalawat 'alannabi mereka bermunajat kepada Rabbil 'alamin.. sehingga sampai saat ini kita ketahui begitu banyak rangkaian2 do'a shalawat keatas nabi, dengan berbagai macam nama2 shalawat nya. namun begitu lah sunattullah, semakin dekat kejaman akhir maka semakin sedikit ilmu dan semakin banyak ulama yang hanya membaca dan menghafal hadist walqur'an namun haya sebatas kerongkongan nya saja, tidak sampai kehati nya.. sehingga dengan bangga dan percaya diri sesuai hadist menurut mereka mengatakan sebaik2 nya bahwa semua shalawat itu bi'dah haram dan semacam nya.


Zadanallah ilman wa hirsha = smoga ALLAH manambah kita ilmu & semangat.


penulis : Ust Faisal Alfikri



bersambung...


0 komentar:

Post a Comment

Salamun 'alaik..
Bacalah basmalah sebelum memulai sesuatu