Tuesday, 27 June 2017

Nasehat Antara Murid dan Guru di Majelis Alam Bashiroh


joko minal purnomo al tulungagungi: 
kalau boleh saya minta petuahnya ustad, gimana pas dzikir itu ga sampai ilang akal alias ketiduran

joko minal purnomo al tulungagungi: 
seringnya saya kalau dzikir banyak tidurnya dari pada sadarnya 

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Hal itu ialah suatu fase yang pasti dilalui pak joko ? Hanya dengan keistiqomahan lah nanti nya mudah dengan sendiri nya, ndak bisa diakal2i apalagi disiasati

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Sebagai pembelajaran, ketika tidur, coba biasa kan dzikrullah pokus didalam lubuk hati, bawa diri sebagaimana hendak tidur, tenangkan diri.. Jangan dipaksakan untuk pokus didalam hati, bawa enak saja.. Sing penting inget Allah SWT.. Insya Allah lama kelamaan dapat pak joko

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Kesadaran batin itu perumpamaan nya jika kenal sehari maka kalau tidak bisa di tandai, seminggu kemudian belum tentu berjumpa.. Ntu maka nya istiqomah alias kontinyu ( dikerjakan terus menerus tanpa putus )

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Usahakan buang pikiran yang buruk2 sebab hal2 itu bagaikan karat2 besi pada cermin hati

joko minal purnomo al tulungagungi:
njih siap di latih pikiran positip

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Alhamdulillah, sekarang kembali pelajaran yang dulu

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Yang ada pada diri pak joko dzhair nya nampak ialah dada benar tidak bahwa dada kita nampak ?

joko minal purnomo al tulungagungi: 
ya benar ustad

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Sekarang coba lihat dada nya pakai mata kepala pak djoko

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Nampak benarkan

joko minal purnomo al tulungagungi: 
siap

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }:
Nah pada dada kita itu didalam nya ada hati, coba lihat pakai akal dan perasaan, ada ndak ?? Jangan dilihat pakai mata kepala dipastikan tidak nampak

joko minal purnomo al tulungagungi: 
boleh pakai simbul 💜

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Bukan hati limpa organ tubuh ya, melainkan hati perasaan kita, sadar ndak pak joko memiliki hati ?

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Hati yang berada didalam dada

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Melihat hati yang didalam dada itu pakai akal dan pikiran serta perasaan

joko minal purnomo al tulungagungi: 
siap bisa di bayangkan

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Sesuatu HAL yang terlihat di MATA KEPALA, maka akan terkoneksi secara langsung oleh AKAL, sehingga akal mempekerjakan PIKIRAN yang kita punya, lalu ketiga huruf besar itu mendobrak HATI yang ada didalam dada sehingga muncullah yang dinamakan PERASAAN.. 

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Tergantung apa yang disaksikan mata kepala, jika yg disaksikan Tanda2 kebesaran Nya, maka HATI memancarkan PERASAAN takjub/ bersyukur/ menikmati dll

joko minal purnomo al tulungagungi: 
sering pas dzikir merasakan sesuatu seperti merinding tapi didalam dada mungkin itu

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Sekarang dapat difahami dan meresap dari penjelasan diatas pak joko

joko minal purnomo al tulungagungi: 
insya alloh di mengerti

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Kemungkinan itu sinyal ( tanda bahwa berlangsung nya suatu getaran batin )

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Alhamdulillah, maka baru dapat dilanjuti

joko minal purnomo al tulungagungi: 
terasa pas istighfar sampe terasa kedalem kadang ga sadar mata ikutan juga

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Ketika pak joko menyadari bahwa yang ada pada diri kita itu ada DADA, lalu didalam dada itu ada HATI, namun sebenarnya didalam hati ada BATIN/Mata Hati. Sekarang saya tanyakan sudah kah pak joko saat ini merasakan ada sesuatu didalam hati yang dikatakan batin atau mata hati tersebut ?

joko minal purnomo al tulungagungi: 
masih sampai dihati ini yg jelas, tapi ada sesuatu yg lebih dalam lagi tapi tidak jelas

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Nah jika sampai disitu berarti sudah ada modal untuk dapat memfokuskan nya, yaitu ketika dzikir bukan pokus kedada maupun pokus kehati namun melainkan pokus kedalam hati tadi

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Tapi ada sesuatu yang lebih dalam lagi tapi tidak jelas ( letakan dzikir asma Allah disitu )

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Gali disitu ketika didalam berdzikir, sebab hal itu tidak bisa digali dengan akal dan pikiran lagi, namun dimulai dari Perasaan yaitu hati Dzikrullah

joko minal purnomo al tulungagungi: 
merasakan tapi masih sulit di jangkau

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Tidak bisa dijangkau atau pun digapai, namun diselami, bagaikan diri kita mau menyelam didasar lautan itu ndak bisa kita raih dengan tangan dari permukaan laut kedasar lautan yang dalam

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Dan cara menyelam nya biar ga ngungap atau seumpama kehabisan nafas ( sulit ), yaitu dengan pakai Alat oksigen ( ikhlas )

Andy wahyudi: 
Assalamualaikum ustadz faisal al-fikri dan saudara semua..

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Insya Allah kita mulai menyelami dzikiran dari dalam hati, maka dapat dengan mudah kita petunjuk Allah SWT tersebut yaitu Mata Hati kita

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Wa'alaikumsalam wr wb mas andy wahyudi :)

joko minal purnomo al tulungagungi: 
siap paham maksudnya nyelem membiarkan diri tenggelam

joko minal purnomo al tulungagungi: 
Wa'alaikumsalam wr wb mas andy wahyudi :)

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Nah dapat faham nya dia, tenggelam didalam keikhlasan berdzikrullah ( mengingat Allah SWT )

joko minal purnomo al tulungagungi: 
kadang otak ikutan dan ambil alih posisi jadi naik lagi di permukaan :)

Andy wahyudi: 
Izin nyimak... :)

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Biasa nya tanda dapat nya dia itu ketika enakan pokus muncul gambaran suatu pemandangan atau pun gambaran hal2 lain, ingat jika sudah sampai disini belajarlah untuk berusaha tetap berpokus tenggelam kepada mengingat Nya, jangan terhanyut kedalam rasa penasaran eh gambaran apa itu sampai kita niati untuk dilihat jelas,, jika dilakukan sudah pasti gambaran itu otomatis hilang dan pokus kembali buyar

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Itulah ujian dan cobaan

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Sudah pasti karena kesadaran jasad satu frekuensi dengan akal dan pikiran,, usahakan akal dan pikiran tugasnya menterjemah kalimah Asma Allah didalam hati tadi biar ga take round atau raon raon ( pergi kemana2 )

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Silahkan mas andy dengan senang hati :)

joko minal purnomo al tulungagungi: 
kadang ada seperti lampu pijar gitu byar pet ane penasaran apa itu tak fokus liat ya ga ada apa2 langsung nikmat dzikirnya hilang*Rotfl*

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Itu dia harus dipelajari menahan nafsu hehe.. 

joko minal purnomo al tulungagungi: 
napsu keinginanya gede

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
 Namun ini terkhusus saja bukan dijadikan pedoman ya pak joko, jika suatu saat berdzkkir pokus didalam hati, mendadak dikening atau diantara dua alis ada cahaya putih berpendar pijar, coba pokus nya diarahkan ketengah2 cahaya sambil meniatkan dengan besar/kuat untuk masuk kedalam cahaya itu

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Insya Allah kalau tepat dan berhasil, maka tembus pandangan nya kealam jin dan manusia walaupun mata kepala pak joko kedua nya dalam terpejam

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Namun cahaya diantara kedua alis itu tidak bisa diusahakan atau dinanti2, melainkan akan muncul ketika kita pokus dengan ikhlas berdzikrullah didalam hati tadi

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Jadi ada 2 gendangan nya, yaitu penglihatan dimata hati dan penglihatan di mata kasyap ( penglihatan diantara dua alis )

joko minal purnomo al tulungagungi: 
wah ini ngeri ngeri sedap hehe

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Ndak apa jangan takut, kalau takut resiko nya secepat kilat lobang cahaya itu tertutup rapat kembali dan menjadi seperti sedia kala yaitu redup gelap sebagai mana kita memejamkan mata

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Hal itu beda dengan pembukaan mata dzahir

joko minal purnomo al tulungagungi: 
oh rupanya begitu antara kedua cakra ada hubungan arus listriknya

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Kalau mata dzahir ya mau melek merem nampak hehe

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Sudah pasti bukan kedua nya, ketujuh2 nya juga terkoneksi pak joko wong ada pada diri kita

joko minal purnomo al tulungagungi: 
insya alloh kalau menjumpai tak langsung loncat masuk aja hehe

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Tapi sumber pengaktipan nya ada pada yang telah saya jelas kan dari awal :)

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Jangan langsung loncat, tapi niatkan dengan kuat untuk masuk mendekati kedalam cahaya sampai dimana nanti cahaya itu muncul lobang dan didalam lobang ada gambaran/ penglihatan

joko minal purnomo al tulungagungi: 
apakah batin merupakan adalah sumber listriknya

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Kebanyakan orang dzikir pokus kesitu, namun resiko nya jika dipaksakan mempengaruhi akal dan pikiran serta kepala pusing

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Bukan sumbernya, sebab sumber itu ialah Ilahi, pintu yang mudah dibuka

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: 
Atau dibilang titik itu ialah pintu yang aman untuk dibuka ketimbang keenam titik yg lain nya

Ust. Faisal Al-Fikri { P.A.B }: Subuhan dulu mari pak joko mas andy barokallahu fiiq wassalamun 'alaikum wr wb

Andy wahyudi: Wa'alaikumsalam wr wb..

joko minal purnomo al tulungagungi: waalaikum salam wr wb mari mari\=d/

2 comments:

  1. Assalamualaikum wrwb yaa ustad
    Ijin menyimak ulang hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalam wr wb saudara ku pak djoko yg dirahmati Allah SWT, silahkan hee

      Delete

Salamun 'alaik..
Bacalah basmalah sebelum memulai sesuatu