Sunday, 4 June 2017

Kesalahan metode ruqiyah syari'ah dijaman modren ini

Kesalahan metode ruqiyah syari'ah dijaman modren ini :

Bismillahirrohmanirrohim
Pada bulan suci ini, saya ingin mentarbiyahkan, bahwa ada sekumpulan yang mengaku ahli ruqyah yang mana mencoba untuk melakukan suatu hal istilah bagi mereka ngusir jin dari tubuh seseorang..

Biasa nya ahli peruqiyah ini memiliki situs web yang mengaku peruqiyah syari'ah dengan penjualan CD dan MP3 yang isi nya Ayat2 suci Alqur'an..
Biasa nya juga mereka memiliki banyak dalil buat memvonis suatu amaliyah yang dibuat 'aulia ulama'i seperti amalan shalawat nariyah, munjiyat dll serta hizib2 bahkan sampai acara tahlilan dan yasinan mereka anggap itu kufur dan bi'dah karena bacaan shalawat nya beda sama bacaan shalawat nabi seperti biasa, padahal letak perbedaan nya hanyalah ada penambahan do'a namun tetap ditujukan kepada nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wassalam, namun mereka anggap itu bi'dah dengan kefahaman yang mereka dapat sendiri. Begitu juga dengan hizib2 yang mereka anggap hal itu ialah suatu sihir, padahal dapat bersama2 kita ketahui bahwa hizib ialah himpunan dan susunan do'a dari ayat Alqur'an yang wiridkan dan diamalkan dengan istiqomah para auliya terdahulu, namun mereka menganggap itu sihir ( jika difikirkan mereka yang nganggap hizib itu sihir, itu lah orang kafir. Sebab dijelaskan didalam Alqur'an orang2 kafir itu menganggap Alqur'an ialah sihir yang nyata.

Baik lah pada kali ini kita tidak membahas ciri2 mereka yang lain nya, melainkan membongkar tehknik atau syareat ( tata laku ) yang mereka lakukan itu sebenarnya salah, walaupun menggunakan bacaan Alqur'anul qarim..

Seperti biasa ahli peruqiyah biasa nya mempunyai beberapa anggota yang pertama membacakan Alqur'an dihadapan masyarakat yg duduk didalam satu ruangan.

Lalu ketika membaca Alqur'an pada ayat2 tertentu dengan nada tersendiri,, dan anggota lain nya bersiap2 untuk mewaspadai siapa saja nanti masyarakat yang akan trans atau kerasukan..

Sebelum peruqiyah membaca Alqur'an biasa nya masyarakat disuruh duduk dan mendengarkan nya saja..
Lalu dengan nada keras atau nada monoton peruqiyah akan membaca Alqur'an sehingga lama kelamaan dengan nada membaca Alqur'an demikian masyarakat yang mendengarkan nya merasakan ketakutan dan kekhawatiran pada jin yang mengganggu..
Ketika mendengarkan bacaan Alqur'an yang monoton dengan nada yang dibuat tegang ini lah lama kelamaan akan membuka jalan syaitan masuk kejiwa masyarakat itu sendiri sebab hati mereka akan ketakutan lama lama mendengar alunan nada bacaan Alqur'an yang dibuat tegang( nada traumatis ), lalu ketika salah seorang dari masyarakat yg mendengarkan nya, maka terjadilah mental turun sehingga iman jebol ( takut kepada selain Allah SWT ), maka dapat lah jin merasuki tubuh nya..
( jin dapat merasuk kesadaran manusia jika manusia itu iman nya lemah sehingga mental juga ikut lemah )

Untuk bukti apa yg saya katakan ( terkhusus yg pernah ikut ruqiyah ), coba datangi lagi peruqiyah itu dan suruh baca surah Arrahman maupun surah yang lainnya dengan nada seindah2 nya, pasti anda tidak kerasukan.. Terkecuali pada dasar nya anda memang telah menghadapi jin fasik atau mendapat guna2 dsb.
Sebab Alqur'an itu ialah rahmat, bukan suatu hal yang dapat menjebolkan iman ( mental ) kita dalam hal tentang jin atau iblis..

Bismillahirrohmanirrohim..
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Dan apabila dibacakan al-Qur’an, maka dengarkanlah (baik-baik) dan diamlah (memperhatikan) dengan tenang agar kamu sekalian dirahmati.” QS. Al-A’raf: 204

Didalam Ayat diatas dapat kita fahami, apa bila dibacakan Alqur'an maka dengarkan lah dan diam dengan tenang, mendengar dengan tenang sudah pasti yang kita dengar suara nya tenang, ndak mungkin kita disuruh mendengarkan dengan tenang pada orang yang membaca Alqur'an yang bernuansa tegang atau teriak.. Dapat dipastikan jika kita mendengar dengan tenang pada orang yang membaca Alqur'an dengan tenang dan juga nada yang indah seindah nya atau sebaik2 nya maka kembali kepada penjelasan ayat diatas, yaitu 'agar kamu sekalian dirahmati', ingat dirahmati itu ialah diberikan sesuatu yang menentramkan jiwa ( bukan menjadikan jiwa atau orang itu kerasukan ).


Sebagai referensi bagi yang mau mencari qori atau pembaca Alqur'an yang memang seorang IMAM MESJID, yaitu : Syeikh Nasser Alqatami, mustafa ismail, muhsin Alqasim, abdullah ali jabir, abdullah matroud dll yang mana suara2 qori dari imam mesjid ditanah suci itu setiap hari dilantunkan dimesjid2 seluruh indonesia dengan nada yang indah seindahnya.. Kalau bagi yang mau sampai penghayatan dalam dengarlah qori dari syeikh nasser Alqatami, pasti sampai membuat menangis disebab kan isi kitab suci Alqur'an itu memang menyentuh hati qalbi ( ingat yang nangis itu kesadaran diri sendiri, bukan jin seperti yg dituding para pengaku ahli ruqyah ). Bagi ahli ruqiyah setiap orang yang mengeluarkan tangisan air mata ketika diruqyah pasti ditebak mereka itu jin dah ga salah lagi hehe.. Ga pandang bulu orang itu sedih karena ingat Allah SWT atau jin yang karena takut kepada Allah SWT atau kesakitan karena terkena energi ayat2 suci Alqur'an, semua nya dipukul rata, kalau ada yg nangis dah ga salah lagi jin itu ( mengatakan tanpa mata hati ).
Biasanya mereka beralasan kenapa ahli ruqiyah ga bisa menerwaang atau melihat dengan mata hati, jawab nya simpel seperti yg saya jelaskan, orang yang bisa nerawang itu pakai kekuatan jin :D, padahal sebenarnya malas berdzikir mereka. Amalan nya cuma membaca Alqur'an sampai kerongkongan saja sebagai mana yg diceritakan didalam hadist rasulillah SAW

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “Dari kelompok orang ini (orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah dari Bani Tamim Al Najdi), akan muncul nanti orang-orang yang pandai membaca Al Qur`an tetapi tidak sampai melewati kerongkongan mereka, bahkan mereka membunuh orang-orang Islam, dan membiarkan para penyembah berhala; mereka keluar dari Islam seperti panah yang meluncur dari busurnya. Seandainya aku masih mendapati mereka, akan kumusnahkan mereka seperti musnahnya kaum ‘Ad.”  (HR Muslim 1762)

Selanjutnya hal yang dapat kita tandai ialah dari ciri2 yang mengaku ahli atau tukang ruqiyah syari'iah ialah agar si pasien disuruh datang berulang2 ketempat nya atau si peruqiyah datang berulang2 ketempat pasien nya, dan ketika sipasien sudah diruqiyah sembuh lalu kambuh lagi disebab kan peruqyah nya sudah pulang, atau beberapa hari kemudian nya.. Ini sudah pasti terjadi, sebab jin iblis itu pada haqiqat nya mencelakai anak adam,, siperuqyah biasa nya ngaku haram diri nya ada jin, padahal didalam Alqur'an wal hadist yg dibacakan nya ada menjelaskan tentang setiap diri manusia ada mahluk jin menyertai nya.

Bismillahorrohmanirrohim
(27). ۞ قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَٰكِنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ
Yang menyertai dia berkata (pula): "Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh".

Baca tulisan arab nya Qaala QORINuhu

Berikut hadist tentang jin ada pada setiap anak adam, tidak ada manusia terlewatkan dari kedatangan gangguan anak cucuk iblis terkecuali apa yang dikehendaki Allah SWT..

Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin.” Para sahabat bertanya, “Termasuk Anda, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,

وَإِيَّايَ إِلاَّ أَنَّ اللَّه أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلا يَأْمُرنِي إِلاَّ بِخَيْرٍ

“Termasuk saya, hanya saja Allah membantuku untuk menundukkannya, sehingga dia masuk Islam. Karena itu, dia tidak memerintahkan kepadaku kecuali yang baik.” (HR. Muslim)

Nah jadi siperuqyah terbongkar kedok nya, apa lagi mereka sering berfatwa bahwa orang yang bisa melihat dengan mata batin/ mata hati atau furqan yang diberikan Allah SWT, namun dianggap bahwa orang tersebut kemasukan jin, karena yang bisa melihat dengan batin itu bisa lihat jin ( kacau sekali pemikiran mereka yg ngaku ahli ruqiyah syari'ah ).
Dengan alasan surah berikut mereka memerdekakan diri nya bahkan berteriak kalau orang bisa liat jin maka orang itu ada jin nya sedangkan peruqyah itu mengaku diri nya tidak ada jin, dan hal tersebut harus diruqiyah menurut mereka..
Bismillahirrohmanirrohim

AlQuran 7:27
------------------
يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.

Pada ayat diatas yang menjadi dalil mereka ialah Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. dengan kekurangan faham mereka pada ayat tersebut mereka ( ngaku ahli ruqiyah ), bahwa manusia yang bisa liat jin, maka manusia itu ada jinnya atau pakai kekuatan jin ( mungkin ahli ruqiyah kebanyakan nonton senetron jin dan jun, sebab hanya sijun nya saja yang bisa liat jin nya kacau ).

Mari kita kaji ayat diatas dengan sebaik2 nya dari ayat pertama kisah apa yg diceritakan..

Al 'araf pada ayat 1 sampai 27 surah tersebut dijelaskan bahwa kisah nabi adam as dan siti hawa sebagai mahluk yang digoda pertama kali oleh iblis, jadi kisah nya si iblis tidak mau menundukan hormat kepada nabi adam as, kisah ini sebenarnya hanya Allah SWT Yang Mengetahui kita hanya bisa mengkaji Alqur'an dan kebenaran mutlak ditangan Nya,, dengan akal kita yg diberikan Nya, perhatikan ketika Allah SWT menyuruh semua malaikat untuk tunduk kepada nabi Adam as, semua nya tunduk terkecuali iblis ( dapat kita kaji bahwa mustahil nabi adam as tidak bisa melihat iblis apa lagi malaikat, sebab dikala Allah SWT berfirman kepada seluruh malaikat untuk tunduk kepada nabi Adam as, mustahil nabi adam as tidak ada ditempat tersebut melainkan disisi atau dekat kepada Yang Menciptakannya )
Bismillahirrohmanirrohim
AlQuran 7:11
------------------
وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.

Holy Quran 7:12
------------------
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ

Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".

Kembali lagi kita ke dalil pada ahli ruqiyah yg mengandalkan petikan ayat dibawah ini sebagai kebenaran hujjah mereka "Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka".
Nah jika kita simak lagi ayat sebelum nya
Bismillahirrohmanirrohim
AlQuran 7:18
------------------
قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَّدْحُورًا ۖ لَّمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمْ أَجْمَعِينَ

Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya".

AlQuran 7:19
------------------
وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

(Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim".

AlQuran 7:20
------------------
فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِن سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ

Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)".

Dapat kita lihat dan kaji bahwa ketika iblis diturunkan dan dilaknati Allah SWT, maka merubah menjadi syaitan yang membisikan pikiran jahat kepada keduanya yaitu nabi adam dan siti hawa, namun didalam hal tersebut belum berarti nabi adam as tidak bisa melihat syaitan, sebab ayat berikut nya menjelaskan sumpah syaitan bahwa dirinya berkata benar.
AlQuran 7:21
------------------
وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ

Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua",

( coba kaji pelan2 dan simak sumpah jin kepada nabi adam dan siti hawa, apakah nabi adam tidak bisa melihat syaitan? Jawaban nya ada didalam akal masing2 bagi yg mau berfikir ).

Nah jadi siapa mereka yang dijelaskan dlm ayat al 'araf 27,
Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.

Untuk mencari jawaban nya kita harus membaca ayat di sebelum nya,
AlQuran 7:24
Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan".
Yang menjelaskan bahwa

Didunia ini manusia saling bermusuhan, dan sudah tentu kita tau siapa diantara 2 permusuhan itu yang tak lain antara orang beriman dengan orang yang tidak beriman,
Maka dapat kita fahami bahwa Allah SWT berfirman didalam surah Al 'araf ayat 27, itu melainkan peringatan untuk orang yang lalai kepada mengingat Allah SWT yaitu orang yang tidak mempunyai mata hati, jadi orang yang lalai itu walaupun diri nya muslim, jika diri dan hati nya lalai dari berdzikrullah maka sudah tentu tidak dibuka kan pintu hati nya/ mata hati ( Al furqan : yang membedakan haq dan batil ).





Nah jadi jika ada orang yang diberikan Alfurqan atau dibukan kan pintu hati nya ( memiliki mata hati ) maka jangan kita anggap hal hal itu perbuatan jin dari meminjam kekuatan jin, Laa haula walaquwatta illa billah.. Ingat lah, tiada kekuatan selain kekuatan milik Allah SWT,

Dunia ini tidak sebatas pemahaman dan pikiran diri sendiri, ada manusia yang baik namun terlihat jelek, ada manusia yang jelek namun terlihat baik.. Dan dengan mata hati kita lah kebaikan dan keburukan dapat kita ketauhi atas petunjuk Nya. Aamiin insya Allah

Jadi penjelasan nya lagi pada petikan ayat 27 Itu bukan untuk semua kesemuan jenis sifat manusia, melainkan peringatan untuk orang yang lalai dari Allah SWT, sebab banyak dijelaskan dalam surah lain nya ada manusia ( orang beriman/ ahli dzikrullah ) yang bisa melihat jin seperti seorang manusia nabi sulaiman. Nabi ibrahim dan para nabi lainnya, tak luput juga nabi kita Muhammad SAW yang pernah mencekik syaitan, dan juga kisah2 para sahabat nabi lain nya dan ga jauh2 di indonesia juga banyak para waliyullah dengan kisah2 mereka.. ( mustahil bagi orang beriman tidak meyakin kan hal yg diterangkan didalam Alqur'an kisah nabi sulaiman dan kisah2 rasul pada hadis2 shahih..

Pembenahan :
Nah bagi mereka yang terkena guna- guna atau sihir atau diganggu jin,, ana sarankan jangan pergi kemana2 terkecuali imam mesjid dan ustadz setempat, jangan pergi kekumpulan yg ngaku ahli ruqiyah syari'ah..
Nah jika kamu sudah dikasih arahan dan nasehat kepada ustadz juga mudah2an do'a beliau diijabah Allah SWT untuk diri mu, sekarang coba kamu gali diri mu sendiri, kenapa sampe bisa kena santet?? Apakah ada berbuat salah sehingga jin yang tidak bisa memberikan  mudhorot dapat mencelakai dan membuat kerasukan diri kita ?? Selami diri sambil beristighfar dan bertaubat nasuha,, ambil wudhu dan sholat hajat lah, lalu buka Alqur'an dimulai dari surah Alfatiha sampai Albaqarah,, baca perlahan2 dengan mengharap rahmat dari Tuhanmu.. Yaitu Allah SWT.. Insya Allah santet atau guna2 yang katanya ajib sekali pun luntur dengan rahmatan lil'alamin.

Selanjutnya benahi diri, yaitu mengerjakan perintah Nya dan menjauhi larangan Nya, serta jangan mengikuti langkah2 syaitan sehingga Allah SWT memberikan kesempatan kepada syaitan dapat mencelakai kamu, ingat sesungguh nya syaitan hanya bisa memberi mudhorot kepada mereka yang menjadikan diri syeitan itu pemimpin ( pelajari Alqur'an agar tahu ayat mana yg disampaikan ).
Perbanyak lah beramal amalan salih yaitu selain mengerjakan ibadah yang sebagai amaliayah kewajiban, maka beramaliyah lah dengan amalan sunnah, contoh tadarus, dzikrullah wal tafakur dll




Akhirul kalam ana ucapkan wassalamun 'alaikum wr wb,. Semoga kita semua diberikan petunjuk Nya Aamiin barokallahu fiiq

0 komentar:

Post a Comment

Salamun 'alaik..
Bacalah basmalah sebelum memulai sesuatu