Friday, 2 June 2017

Ismu Adzhom

Rangkuman digrup Majelis Alam Bashiroh, Tarbiyah tentang Ismu Adzhom

Bismillahirrohmanirrohim

عن سعد بن مالك رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: ((هل أدلكم على اسم الله الأعظم الذي إذا دعي به أجاب و إذا سئل به أعطى، الدعوة التي دعا بها يونس حيث ناداه في الظلمات الثلاث: لا إله إلا أنت سبحانك، إني كنت من الظالمين)) فقال رجل: يا رسول الله، هل كانت ليونس خاصة أم للمؤمنين عامة؟، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((ألا تسمع قول الله عز و جل: { و نجيناه من الغم و كذلك ننجي المؤمنين }))، و قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: ((أيما مسلم دعا بها في مرضه أربعين مرة، فمات في مرضه ذلك، أعطي أجر شهيد، وإن برأ برأ، وقد غفر له جميع ذنوبه)) [أخرجه الحاكم في المستدرك]
Artinya: “Sa’ad bin Malik berkata: “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Apakah mau aku tunjukkan kepada kalian nama Allah yang Agung (ismullâh al-‘azham), yang apabila berdoa dengannya, doanya akan dikabulkan, dan apabila meminta yang diawali dengan membacanya, maka permintaannya akan dipenuhi, yaitu doa yang dibaca oleh Yunus ketika ia diseur dalam tiga kegelapan, yaitu: lâ ilâha illâ anta subhânak, innî kuntu minaz zhâlimîn (tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang berbuat aniaya)”. Seorang laki-laki kemudian bertanya: “Ya Rasulullah, apakah doa tersebut khusus untuk Nabi Yunus saja atau umum untuk seluruh ummat Islam? Rasulullah saw bersabda: “Apakah kamu tidak mendengar firman Allah yang berbunyi: “Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman (QS. Al-Anbiya: 88) ”—maksudnya untuk ummat Islam semuanya, tidak khusus untuk Nabi Yunus saja–. Rasulullah saw kemudian bersabda kembali: “Seorang muslim yang mana saja yang ketika sakitnya berdoa dengan doa ini sebanyak empat puluh kali, lalu ia meninggal dalam sakitnya itu, maka baginya pahala syahid. Dan jika ia sembuh dari sakitnya, maka ia akan sembuh normal dengan seluruh dosanya telah Allah ampuni” (HR. Hakim).


عن أنس بن مالك: أنه كان مع رسول الله صلى الله عليه و سلم جالسا ورجل يصلي ثم دعا: اللهم إني أسألك بأن لك الحمد، لا إله إلا أنت المنان، بديع السموات والأرض، يا ذا الجلال والإكرام، يا حي ياقيوم، فقال النبي صلى الله عليه وسلم: ((لقد دعا الله باسمه العظيم، الذي إذا دعي به أجاب، وإذا سئل به أعطى)) [رواه أبو داود وغيره، قال الشيخ الألباني: صحيح]
Artinya: “Dari Anas bin Malik, bahwasannya ia pernah duduk bersama Rasulullah saw, kemudian seorang laki-laki shalat sambil berdoa: “Allâhumma innî as’aluka bianna lakal hamd, lâ ilâha illâ antal mannân, badî’us samâwâti wal ardh, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ hayyu yâ qayyûm (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu, dengan pelantara bahwa Engkau pemilik segala puji, tidak ada Tuhan selain Engkau Yang Maha Pemberi Anugerah, Pencipta langit dan bumi, ya Allah, Maha Gagah lagi Maha Mulia, ya Allah, Tuhan yang Maha Hidup dan Berdiri sendiri), Rasulullah saw kemudian bersabda: “Sungguh ia telah berdoa dengan menggunakan nama Allah yang Agung (Ismullâh al-A’zham), yang apabila ia berdoa dengannya, doanya akan dikabulkan, dan apabila ia meminta, maka permintaannya akan Allah penuhi” (HR. Abu Daud dan lainnya, Imam Albany mengatakan: ‘Hadits ini Shahih”).



kembali kepada pelajaran kajian hadis shahih yang haq kebenaran dari sabda rasulillah sallallahu 'alaihi wassalam..
Petikan hadist diatas bahwa, Rasulullah saw bersabda: “Apakah mau aku tunjukkan kepada kalian nama Allah yang Agung (ismullâh al-‘azham), yang apabila berdoa dengannya, doanya akan dikabulkan, dan apabila meminta yang diawali dengan membacanya, maka permintaannya akan dipenuhi.. Lihat HR Hakim

Petikan di HR Abu Daud mari kita simak juga,..
Rasulullah saw kemudian bersabda: “Sungguh ia telah berdoa dengan menggunakan nama Allah yang Agung (Ismullâh al-A’zham), yang apabila ia berdoa dengannya, doanya akan dikabulkan, dan apabila ia meminta, maka permintaannya akan Allah penuhi


Lanjut : begitu banyak penjelasan didalam hadis2 shahih yang menjelaskan rasulillah bersabda tentang ismu Adzhom atau Nama Allah Yang Maha Agung.. Konon kata nya menurut para toriqoh2 yang bersanad kerasulillah sallallahu 'alaihi wassalam.. Ismu adzhom ialah ismu yang tersimpan dengan rahasia, hanya orang tertentu lah yg diizinkan Allah SWT untuk mengetahui ismu adzhom tersebut.. Sebagaimana pada jaman nabi sulaiman dulu ada sahabat nya yang dapat memindahkan tempat duduk dengan sekelip mata

Jika kita simak hadis2 yang menjelaskan tentang ismu adzhom, dapat kah kita bersama2 menilai, yang mana ismu adzhom tersebut??
Sebab ada banyak hadis shahih yang menjelaskan do'a yang mengandung Ismu Adzhom
Sebagai perbekalan saya,
Ketika saya menemui seorang ustadz, saya pertanyakan tentang ismu adzhom, begini saya bilang, afwan tadz, menurut yang ana dengar dari khalayak umum, asmul husna itu ada 99 haqiqat nya ( wallahu 'alam ), namun ada yang keseratus, yang dikatakan jika kita tahu ismu/asma tersebut, maka ketika kita pinta kepada Nya, bi'idznillah seketika Allah SWT mengijabahkan do'a nya.. Kalau saya boleh tau asma Allah yang keseratus itu apa yaa ustadz

Ustadz itu menjawab namun tidak kepada jawaban yang dapat memahami saya sebagai orang yang penuh dengan pertanyaan ketika itu..

Jawaban ustadz ialah : asma Allah yang dikatakan ismu adzhom tersebut ialah diri mu sendiri sebagai hamba Nya

Dirimu lah yang keseratus dari 99 asmaul husna milik Nya

Langsung ana terdiam dan merenung, ini dalam makna nya perlu waktu untuk dicerna

Selepas itu ana cari hadist dan keterangan yang ada didalam Alqur'anul qarim tentang Asma Milik Nya.. Bahkan berbulan2 ana belum dapat (ya sudah pasti pencarian itu diselingi dengan kesibukan dunia tentunya)


Setelah ana simak apa yang ada didalam hadizt2 shahih dan Alqur'anul qarim, serta didalam bertaqarrub kepada Nya ( insya Allah mudah2an selalu dapat mengistiqomahkannya ), Yaitu
Ismu Adzhom itu ialah diri kita sebagai hamba yang mendapat Cinta Nya
Yaitu seorang hamba yang dapat selalu menghidupkan hatinya dalam peng agungan Asmaul Husna milik Nya.

Kembali kita simak hadis2 sabda rasulillah yg menjelaskan bahwa didalam do'a nabi yunus. Laailahailla Anta Subhanaka inni kuntuminadzholimin. Didalam do'a ini ada Ismu Adzhom

Kepada yang hadis lain nya :

Allâhumma innî as’aluka bianna lakal hamd, lâ ilâha illâ antal mannân, badî’us samâwâti wal ardh, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ hayyu yâ qayyûm : sabda rasulillah bahwa didalam do'a ini juga penjelasan nya ada Ismu Adzhom.

Nah mari kita perhatikan kalimah didalam do'a ada beberapa ismu/ Asma Nya, yaitu : Allah, Anta, Subhana, Hamdu, Hayyu, Qayyum, Dzal jalali wal ikram, Al Mannan

Allah : Asma Dzat, Anta : Engkau, Subhan/ Al Quddus : Yang Maha Suci, Hamdu/ Al Hamid : Yang Maha Terpuji, Al Hayyu : Yang Maha Hidup, Al Qayyum :  Yang Maha Berdiri Sendiri, Dzal jalali wal ikram : Dzat Yang Maha Gagah Dan Maha Mulia, Al Mannan : Yang Maha Pemberi Anugerah,

Semua itu ialah Ismu Adzhom yang arti nya Nama milik Nya Yang Agung, yang mana seorang hamba yang benar- benar meng Agungkan Nya didalam lubuk sanubari hamba tersebut, sehingga hamba tersebut mendapat kedudukan/ drajat yang tinggi disisi Nya.

Jadi yang kita cari itu bukan yang mana Asma Nya yg tersembunyi yg dikatakan sebagai Ismu Adzhom, bukan mencari apa itu nama Allah yang keseratus dsb, melainkan ialah Agungkan lah Dia dengan Asmaul Husna Nya.. yang mana saja baik itu; Dzil Jalali Wal Ikram, Al Aziz, Al Hakim, Yaa Hayyu Yaa Qayyum, Yaa Mannan dan Asmahul Husna yang lainnya..

Bismilahirrohmanirrohim
AlQuran 74:3
------------------
وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ
dan Tuhanmu agungkanlah!

AlQuran 55:78
------------------
تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.

AlQuran 45:37
------------------
وَلَهُ الْكِبْرِيَاءُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Dan bagi-Nya-lah keagungan di langit dan bumi, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.




AlQuran 2:185
------------------
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.


Akhirul kalam selamat menunaikan ibadah puasa dibulan suci ramadhan ini


 Barokallahu fiiq wassalamun 'alaikum wr wb



Kajian hadist tentang Ismu Adzhom oleh Ust Faisal Alfikri, medan sumatera utara.

0 komentar:

Post a Comment

Salamun 'alaik..
Bacalah basmalah sebelum memulai sesuatu