Thursday, 2 March 2017

Ulil Abshar Wal Ulil Albab

Bismillahhirrohmannirrohim.. 

AlQuran 3:13
قَدْ كَانَ لَكُمْ آيَةٌ فِي فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا ۖ فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرَىٰ كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُم مِّثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ ۚ وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَن يَشَاءُ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّأُولِي الْأَبْصَارِ

Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.


Al Quran 3:190
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

Didalam 2 ayat diatas pada akhir kalimah berbunyi ulil abshar dan ulil albab yaitu :

Ulil Abshar : orang yg mempunyai matahati
Ulil Albab   : orang orang yang berakal

Jika kita perhatikan ada 2 alat panca indra melihat kita, yang pertama melihat dengan albab/ akal/ mata dzohir.
Dan yang kedua melihat dengan Abshar/mata hati/ batin.

Kalau orang umum bilang bola mata ialah salah satu dari panca indra ( lima indra ), sedangkan mata batin ( indra yg keenam )

Untuk dapat memiliki/  masuk kedalam indra yang keenam kita harus memfokuskan kelima indra ( panca indra ) kedalam hati, yang dimana letak indra keenam itu ada pada didalam hati yaitu batin, namun karena berhubung indra keenam ini sifat nya rahasia maka bawalah asmaul husna kedalam nya agar syaitan tidak leluasa menggoda kita ketika perjalanan spritual tersebut yang tak lain ialah berdzikrullah

Nah seperti yang saya bilang atau arahkan sebelum nya, penglihatan mata, pendengaran telinga, perasa tubuh serta akal dan pikiran terpokus kesatu tempat yaitu didalam hati, namun disini usahakan akal kita terap bertahan dalam mengingat Allah SWT didalam hati kita, sehingga pikiran tetap terjaga ( tidak tidur ) dan kesadaran fisik tertidur namun kesadaran batin  terlahir,,  dan jika sudah mencapai tahap ini, maka terjadilah penglihatan suatu gambaran didalam hati, akan tetapi penglihatan ini ada 2 cabang, yang pertama penglihatan kepada imajinasi ( terlihat didalam akal ), dan penglihatan yang haqiqi ( terlihat yg memang semesti nya itu ada ).

Nah untuk mendapatkan penglihatan haqiqi, maka hindarilah perbuatan yang tidak bermanfaat, contoh main game, suka nonton film, suka bercanda, suka emosi, suka hal2 keduniawian yg membawa kita lalai terhadap dzikrullah, insya Allah gambaran akal itu berkurang yg terlihat di dalam batin kita..

Barokallah

Ttd : ust faisal alfikri

0 komentar:

Post a Comment

Salamun 'alaik..
Bacalah basmalah sebelum memulai sesuatu