Thursday, 2 March 2017

Tarbiyah Tentang Lathaif/ Lathifa

Bismillahirrohmanirrohim..
tarbiyah tentang titik lathaif yang Sebagaimana kita ketahui pada setiap tariqoh2 yang mu'tabaroh atau tariqoh yang bersanad dan musnad ke rasulillah salallahu 'alaihi wassalam, bahwasan nya titik lathaif yang ada pada diri insan itu ada tujuh.. Namun ketujuh ini kita sudah tahu pada letak masing2 nya dan yang ingin kita tarbiyah kan ialah dimana tepat nya untuk diawali dzikirullah dengan baik dan benar, sesuai hadist dan Alqur'an tentunya.. Insya Allah


Menurut didalam hadist2 shohih yang menjelaskan tentang toriqoh atau jalan yang terutama kali dalam thoriqoh-thoriqoh mu’tabaroh, sebenarnya, dzikir hanya ada dua macam. Yakni, dzikir nafi itsbat dan dzikir ismu Dzat
Yang mana yang dimaksud dzikir nafi itsbat ialah dzikir kalimah tauhid yaitu Laa ila hailallah dan dzikir ismu Dzat ialah ALLAH.. ALLAH.. ALLAH

Rasulullah bersabda : kepada Ali bin Abi Thalib ra : “Hai Ali, pejamkan kedua matamu dan tempelkan sepasang bibirmu serta lipatkan lidahmu pada langit-langitan mulut dengan berdzikir Allah, Allah, Allah di dalam Lathifah dari Lathaif tujuh” (HR Thabrani dan Baihaqi)

Adapun khifayah yang telah dijelaskan didalam hadist diatas ialah dzikir ismu dzat yang telah saya jelaskan sebelum nya dan apa yang disabdakan rasulillah ialah dzikir tersebut ditempatkan pada salah satu titik lathaif namun titik ini tidak dijelaskan detail dimana dan titik yang mana untuk di tempatkan dzikir ismu dzat nya

Nah maka dari itu selain hadist2 shahih yang kita kutip sebagai pelajaran maka kutip lah dari apa yang ada didalam Alqur'annul qarim

Alqur'an surah Al'araf ayat 205
Bissmillahirrohmanirrohim
Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.


Perhatikan dalam ayat diatas, sebutlah nama Tuhanmu yaitu ismu Dzat,, dan ditempatkan didalam hati kita mendzikirkan nya.. Jadi yang dijelaskan rasulillah didalam hadist tadi terbuka hakikat nya yaitu pada titik lathaif qalby atau hati dan hati itu berada ditengah2 dada

Jadi dengan kita membaca Alqur'an dan membaca hadist serta di ikuti dan diteladani insya Allah itu lah yang dinamakan berpegang pada Alqur'an dan hadist yang tak lain kedua itu adalah harta warisan rasulillah kepada umat nya diseluruh dunia

Alhamdulillah dzikir ismu Dzat sudah kita kupas bersama yang tak lain dzikiran nya hanya asma ALLAH.. ALLAH.. ALLAH.. sahaja
Dan untuk dzikir nafi itsbat yang tak lain ialah kalimah toyibah atau Laa ila ha ilallah

Sebelum kita kupas mari kita simak hadist berikut
Dari Jabir bin Abdillah ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud, “Zikir yang paling mulia ialah Lailahaillallah dan doa yang paling baik ialah Alhamdulillah.” (Riwayat Al-Imam Ibnu Majah).
Alhamdulillah Didalam hadist tersebut dijelaskan rasulillah didalam sabda nya bahwa dzikir yang paling mulia ialah Laa ilahaillallah, jadi kita belum bisa langsung kepada dzikir ismu dzat, sebab Sebelum menyelam kedalam dzikir ALLAH atau dzikir ismu dzat kita harus memperbaiki diri kita dengan dzikir yang mulia yaitu kalimah tahuid Laa ilahailallah
Dan sebelum memperbaiki diri kita meminta ampunan dari Nya yaitu selain didalam do'a ialah didalam dzikir istighfar
Yang kesemua itu juga tertumpu kedalam titik lathaif qalbi atau hati



Jadi selain berdzikir laa ila hailallah didalam hati sering lah untuk selalu beristighfar kepada Nya baik itu ada kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja dan juga kekhilafan yang kita ketahui maupun yang tanpa kita sadari yang pernah kita lakukan selama ini

Selanjut nya tata cara atau khifayah dari dzikir nafi itsbat dan ismu dzat yang di pokuskan ketitik lathaif atau latifa hati ( didalam hati ) yaitu sebagai awal nya
Selain menjalankan amal dan ibadah dengan tertib, juga sering meminta ampunan kepada Nya,, berdzikirlah pada tengah malam, pagi dan sore ( atau juga dengan muqorobah ) dengan dzikir nafi itsbat atau laailahailallah didalam lisan dengan pelan namun terpokus kedalam hati,, dzikirkan sebanyak2 nya boleh dengan tasbih hitungan contoh dalam hitungan 1000x atau lebih..
Yang mana kala jika akal dan pikiran itu terbang melayang ntah memikirkan angan2 atau ingatan maka kembali lah menyimak hati yang berdzikir tersebut...

Ketika lisan atau bibir mengucap pelan laailahailallah, maka usahakan hati untuk menterjamahkan nya menjadi tiada tuhan selain Allah SWT, sedangkan hal tersebut tidak akan bisa trkecuali akal dan pikiran kita menyimak isi didalam hati yang sedang berdzikir Dan menterjamahkan nya

Selanjut nya dimana kesadaran fisik atau raga terpokus kepada hal dzikir tersebut, insya Allah muncul lah yang dinamakan ketenangan didalam dzikir,, kalau saya bilang itu nikmat,, sebagaimana dzikir yang sudah saya usahakan tersebut tidak lagi menjadi suatu dzikrullah yang diusahakan, melainkan
Melainkan suatu dzikir yang jika dihentikan serasa rugi diri ini dari nikmat ketenangan batin yang diberikan Allah SWT
Nah setelah didalam puncak nikmat atau ketenangan batin didalam dzikrullah didalam hati tadi, maka terjadilah kesadaran haqiqi, yang tak lain ketika kita menyadari bahwa "tiada tuhan selain Allah", maka kalimah 'tiada' dan kalimah 'tuhan' itu tidak ada lagi sebab yang ada hanya ALLAH.. ALLAH.. ALLAH
Yang dimana kesadaran itu membawa kita pada dzikir ismu dzat, yang ada hanya Allah sahaja, Allah sendiri,, tiada lagi kesadaran fisik pada dunia, yang ada hanya lah hati yang menghidupkan kalimah ALLAH, sehingga secara sunattullah atau didalam ketetapan Allah SWT hal tersebut akan membawa diri kita kepada kesadaran batin / mhukasyaful ghuyub atau tersingkap nya dari yang dirahasiakan insya Allah,, namun hal semua itu tidak akan bisa terjadi tanpa istiqomah dan ikhlas semata berdzikir karena mengharap redho Nya
Barokallah

demikian tarbiyah malam ini saya sampai kan dan mudah2an berkah kepada kita untuk kebaikan didunia wal akherat Aamiin Aamiin Aamiin

0 komentar:

Post a Comment

Salamun 'alaik..
Bacalah basmalah sebelum memulai sesuatu