Thursday, 15 September 2016

Kesombongan Menghilangkan Karomah

Kesombongan menghilang kan karomah pada diri kita

Assalamualaikum wr wb,
Bismillahirrohmanirrohim
Allahumma sholi'ala syaidina Muhammad wa'ala 'ali sayidina Muhammad

Dimalam jum'at ini ingin mentausyia'ah kan pengalaman demi pengalaman dari mengambil pelajaran dari kesalahan dan kekhilafan yang kita lakukan,
Beberapa tahun yang lalu saya sebagai pencari asma, terutama kali meriyadohkan asma alif lam miim selama tujuh malam, ada pun pelajaran yang didapat ialah ketika dititip kan sebuah karomah namun otomatis sikap menjadi ujub dan sombong walaupun kesombongan itu menunjuk nilai ibadah kita maka secara tak sengaja telah membuat saya kufur terhadap Nya, namun dengan kesalahan tersebut kita terutama kali saya dapat mengambil pelajaran bahwa Allah SWT benar benar membenci orang yang bersikap sombong.

Ketika didalam riyadoh asma alif lam mim, setiap saat bekas saya duduk berdZikir lantai nya itu panas sekali, dan sudah tak lazim bahwa seluruh tubuh merasakan suhu panas / energi yang panas, sebelum mencapai hitungan akhir dzikir nya saya tunda dulu, disertai beristighfar dan bershalawat nabi, ketika energi panas hilang dan keadaan sudah adem baru saya lanjutkan kembali dzikir asma alif lamm mim nya,,



Ada pun karomah yang saya dapati dipengalami itu secara tidak sengaja saya dapat berkomunikasi dengan kodam2 ayat, namun hal itu tidak menjadikan saya terpokus pada komunikasi khodam ayat, saya tetap tawaduq dengan niat menyelesai kan riyadoh nya,,
Sampai pada akhirnya saya terkejut dengan suatu hal, yaitu ketika saya selesai berdzikir, lalu tiba2 ketika hendak tidur banyak sekali nyamun berterbangan dan sekali2 menggigit saya ketika tidur, hal itu benar2 mengganggu saya ketika tidur, dan ketika saya ingin menyelesaikan masalah nyamuk, lalu mendadak seperti ada arahan, untuk menangkap nyamuk, dengan cara menyedot nya ketelapak tangan, walaupun nyamun jauh diatas langit2 rumah, saya praktekan dengan mencekram tangan kanan sambil mengucap " Laahaulawalaquatailabillah ", lalu saya niat kan nyamuk kesedot ketangan sambil menahan nafas, subhanallah nyamuk tersebut benar2 ketarik/ kesedot ketelapak tangan sehingga nempel ditapal tangan saya, langsung saya genggam nyamuk tersebut.. Hal itu saya rasa kebetulan, lalu saya coba lagi pada nyamuk lain yg berterbangan dan ternyata hal itu bukan kebetulan,, seolah2 tangan saya bisa menyedot nyamuk,, sampai beberapa kali saya lakukan semua nyamuk bisa saya sedot dengan telapak tangan dari jarak jauh,, namun tiba2 istri saya berkata,, "kenapa bisa begitu?? Coba sekali lagi..
Lalu saya jawab " ini karena sering dzikir ( dengan rasa bangga akan ibadah dzikir tadi ) lalu saya coba kembali, namun nyamuk tersebut seolah2 dapat melawan walaupun agak ketarik sedikit.. Lalu saya coba lagi dan hal itu tidak dapat terjadi lagi, seolah2 hal itu tidak bisa saya lakukan.. Disaat itu lah saya terpukul bahwa sikap saya dalam menjawab tadi penuh dengan kesombongan.. Dan Allah menarik kembali karomah yang diberikan dalam waktu sekejap..

Maka dari itu saya terangkan bahwa jauhilah diri kita kepada sikap ujub dan kesombongan, sebab Allah SWT benar benar tidak menyukai orang orang yang sombong.


Barokallah

0 komentar:

Post a Comment

Salamun 'alaik..
Bacalah basmalah sebelum memulai sesuatu