Monday, 26 September 2016

Dzikir Sir ( Tuntunan Rasulillah )

Dzikir Sir ( Tuntunan Rasulillah )

 Abu Sa’id Al Khudri menjelaskan sabda Rasulullah tentang golongan paling utama di sisi Allah. Seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah, “Golongan siapakah yang paling utama di sisi Allah pada hari Kiamat nanti?”

Rasulullah saw. menjawab, “Orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah.”

Mendengar itu, Abu Sa’id Al Khudri r.a. bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan para pejuang di jalan Allah?”

Rasulullah saw. menjawab, “Meskipun dia berhasil menghujamkan pedangnya kepada orang-orang kafir dan musyrik sehingga mereka terluka dan berlumuran darah, tetap saja orang-orang yang berzikir kepada Allah lebih utama dari dirinya (pejuang di jalan Allah).”



Dalam Sunan Ibnu Majah, Abu Ad Darda` r.a. menjelaskan keutamaan zikir sebagaimana dalam sabda Rasulullah saw., “Maukah aku beri tahu kalian tentang suatu amal paling baik, paling suci dalam pandangan Allah, paling tinggi tingkatannya, bahkan amal itu lebih baik dari sedekah kalian yang berupa emas ataupun perak dan lebih baik daripada saat kalian bertemu dengan musuh hingga kemudian kalian memenggal kepalanya (jihad di jalan Allah)?”

Para sahabat menjawab, “Tentu kami bersedia, wahai Rasulullah.”

Rasulullah saw. melanjutkan, “Amal itu adalah zikir kepada Allah.”

Al Hakim Abu Abdullah dalam kitab Mustadrak mengatakan, “Sanad hadits ini Sahih.”

Ada banyak sekali bentuk dzikir kepada Allah, jadi bagaimana amalan yang dimaksud oleh Rasullullah tersebut? sementara semua orang juga berzikir, zikir serperti apa yang dimaksud?
Mari kita simak lagi hadist Rasulullah selanjutnya :

“Tiada akan datang Kiamat, kecuali kalau di muka bumi tidak ada lagi orang yang membaca Allah, Allah (Dzikir Allah, Allah jelas dan tegas sebagai penangkal Kiamat jagad ini) (HR Muslim).


Ketika Nabi pernah membai’at dan menalqin kepada diri sahabat Ali bin Abi Thalib, sebagaimana yang diterangkan di dalam Hadits shahih yang muttashil sanadnya, yaitu : “Rasulullah bersabda kepada Ali bin Abi Thalib Karramallahu wajhah : “Hai Ali, pejamkan kedua matamu dan tempelkan sepasang bibirmu serta lipatkan lidahmu pada langit-langitan mulut dengan berdzikir Allah, Allah, Allah di dalam Lathifah dari Lathaif tujuh” (HR Thabrani dan Baihaqi).

Dilain waktu Rasul bersabda : “Dari Ali Karamallahu Wajhah : Aku katakan ya Rasulullah, manakah jalan Metodologi yang sedekat-dekatnya kepada Allah dan semudah-mudahnya atas hamba Allah dan semulia-mulianya di sisi Allah? Maka Jawab Rasul SAW : “Ya Ali penting atas kamu berkenalan/senantiasa berdzikir kepada Allah”. Berkatalah Ali : Tiap orang berdzikir pada Allah. Maka Rasul bersabda : “Ya Ali, tidak ada terjadi kiamat sehingga tiada lagi tinggal di atas permukaan bumi ini, orang yang mengucapkan Allah, Allah”. Maka Sahut Ali, bagaimana caranya aku berdzikir ya Rasul? Maka Sabda Rasul SAW : “Pejamkan kedua matamu dan dengarkanlah dari saya ucapan tiga kali. Kemudian ucapkanlah seperti itu dan aku akan dengarkan”.

Maka sejenak Rasul mengucapkan : “Laa Ilaaha Illallah, tiga kali sedang kedua matanya tertutup. Kemudian Ali pun mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah seperti demikian. Ajaran tersebut kemudian syayidina Ali ajarkan pula kepada hasan Basri dan dari Hasan Basri diajarkan kepada Al Habib Al Ajay, dari Al Habib diajarkan kepada Daud Athaiy, dari Daud diajarkan kepada Al Makruf Al Karaci dan dari Al Makruf kepada Assuraa, dan kemudian dari Assuraa kepada Al Junaid (HR Thabrani dan Baihaqi).

Tata cara berzikir ini sudah lama diamalkan para wali dan para ulama pewaris nabi,

Zikir ini dilakukan didalam hati, perhatikan hadist diatas.. “pejamkan mata”, “tempelkan sepasang bibirmu”, “lipatkan lidahmu pada langit-langitan mulut” lalu ucapkan Allah Allah, itu artinya bukan fisik kita yang berzikir namun ruhaniah kitalah yang dituntut untuk berzikir dengan mematikan panca indra. Dan ini memerlukan latihan khusus (suluk) serta bimbingan Guru Mursyid.


Didalam Al-Qur’an Allah memerintahkan kita untuk melakukan zikir didalam hati. Allah SWT berfirman: “Dan berzikirlah kepada Tuhanmu dalam hatimu (nafsika) dengan merendahkan dirimu dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai” (QS 7 : 205)

Pada riwayat yang lainnya disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Zikir diam (khafiy) 70 kali lebih utama daripada zikir yang terdengar oleh para malaikat pencatat amal. “ (Al-Hadits)



Dengan membaca secara seksama urutan ayat dan hadits diatas tentu kita sudah meyakini benar betapa tingginya amalan zikir sir ini, amalan para wali, amalan para pembawa islam ke Indonesia dan menyebarkan Islam keseluruh Nusantara yang kini mulai disamarkan oleh musuh-musuh Islam baik dari dalam maupun dari luar.


Sebagai penulis, saya juga ikut mempraktekan riyadoh2 yang tertulis didalam hadizt rasulillah dengan tata cara ;
Sesudah sholat hajad tengah malam
Dzikir Laa ila hailallah sebanyak2 nya dari lisan dan kedalam hati dengan mata terpejam, disaat mata terbuka sudah mulai berat, maka semua saya hentikan dari bibir dirapatkan, lidah di lipatkan, jari jemari dihentikan dari putaran tasbih dan mata dipejamkan kembali, sampai disini akal sudah lemah oleh rasa kantuk, dan rasa kantuk kalah oleh dzikir sir yang menggema didalam qalbi/ hati.. Disaat itu juga mulai dzikir "Laailahaillah" berubah hanya "Allah" saja tanpa tiada tanpa tuhan tanpa selain, tanpa kata2 lain selain Allah SWT sebab makhrifat sudah mencapai hakikatullah " bahwasanya Dia lah Allah, Memang Allah, Tiada Tuhan Lagi Selain Allah, hanya ada Allah.. allah.. allah dst sampai ketemu 

Disaat ini lah semua dari panca indra yang dzhoir berganti ke panca indra yang batin ( maka dari itu ada kita rasakan pandangan mata hati, pendengaran batin, sampai dengan peraba goib namun kesemuan itu masih lah tahap dasar yang butuh kita selami lagi sampai kita merasakan Ainul Yakin akan pertemuan batin antara hamba dan Allah SWT, sebagaimana juga telah dijelaskan didalam hadizt qudsi berikut :

firman Allah SWT dalam hadist qudsi:"Aku jadikan pada tubuh anak Adam itu ;

qasrun (istana), 
di situ ada sadrun (dada), 
di dalam dada itu ada qalbu ( hati / tempat niat/ juga tempat bolak balik ingatan), 
di dalamnya ada lagi fu'ad (jujur ingatannya/ mata hati),
di dalamnya pula ada syagaf (kerinduan/ keinginan untuk beribadah), 
didalamnya lagi ada lubbun (merasa terlalu rindu/ cinta )
dan di dalam lubbun ada sirrun (mesra/ nikmat jika beribadah )
sedangkan di dalam sirrun ada "Aku/ Rahasia Allah.


4 comments:

  1. Assalamu'alaikum, Pak Ustad apakah dzikir Sirr tersebut hanya didalam hati dan tak bersuara, mohon bimbingannya, terima kasih

    ReplyDelete
  2. Walaikumsalam wr wb, iya benar sekali, namun agar kita dapat mengalahkan nafsu apa saja yg ada didalam diri, lafaskan pelan laa ilahailallah dibibir dan terjemahkan didalam hati, dzikirkan terus sampai tubuh lelah mata ngantuk pinggang pegel ( itu lah pengaruh nafsu yg menjadikan tubuh lemah ), setelah tingkat ini dikalahkan, maka rubah lah dzikir itu menjadi dzikir sir yaitu dengan mengucapkan Allah Allah Allah didalam dada, matikan semua indra kita ( diri kita ) biarkan hidup asma Nya didalam dada, dan hanya kamu lah yg bisa menjelaskan bagaimana nanti nya :)

    Barokallah

    ReplyDelete
  3. Assalamualaikum...Ustadz.
    mohon ijin mengamalkan ... semoga barokah fiddunia wal akhirat ...

    ReplyDelete

Salamun 'alaik..
Bacalah basmalah sebelum memulai sesuatu