Dengarkan Mp3 Alqur'an

Download sekali klik Mp3 Al-Qur'an Murottal Syaikh Nasser Al Qatami 30 Juz secara gratis dan mudah2an besar manfaat kepada anda semua Aamiin

Terjemahan KItab Al-Hikam

TERJEMAH ALHIKAM ( بِسْمِ الله الرحمَنِ الحيمِ ) AL - HIKAM ۞ MUQODDIMAH ALHIKAM ibnu 'Atho'illah asSyakandary ra ۞

Ruqyah Al Shariah Full by Sheikh Nasser Al-Qatami

Download mp3 Ruqyah Al Shariah Full by Sheikh Nasser Al-Qatami berikut lantunan ayat2 suci, yang jika didengar dengan menyimak setiap ayat, maka insya Allah semua problem dalam hidup sedikit berkurang..

Tasbih Kaukah Alhikmah

Tasbih Kaukah Belimbing Dim 10 Harga Rp. 550.000 Bahan Asli Kayu Kokka Produk Baru

Pengobatan Dengan Habbatusauda

Bismillahirrohmanirrohim Saya sebagai pengurus blog MAB ini ingin menawarkan sesuatu pengobatan alternatif baik itu penyakit medis ( kiriman teluh/santet ) maupun non medis, untuk pengobatan tingkat lanjut,

Monday, 18 April 2016

Catatan Amalan 7 Pembuka Pintu Makhrifat

Pembuka :
1. 'Audzu billaahi minasy-syaithaanir-rajiim 
(Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk)

2. Bismillaahirrahmaanirrahiim
( Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang )

3. asyhadu ʾalā ilāha ilallāh wa ʾašyhadu ʾanna muhammadur rasūlullāh 
(Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

4. HasbunalLâh Wani’mal-Wakîl
(Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung )

5. Ni'mal-Mawla Wani'man-Nashîr 
( Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong )

6. Laa hawla wa laa quwwata illa billah 
( tiada daya dan upaya kecuali dengan Kekuatan dari Allah )

7. Alif Lam Mim 
( Hanya Allah Yang Maha Mengetahui )



Dzikir 7 Pembuka Pintu Makhrifat :

1.  Asyhadu ʾala ilāha ilallāh wa ʾašyhadu ʾanna muhammadur rasūlullāh 333x
 (Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

2. Yaa Allah 333x

3. Sallallahu "ala Muhammad 333x
( semoga Allah memberi shalawat kepada Muhammad )

4. Laa ilahailallah Muhammad Sallahul "alaihi Wassalam 333x
 ( Tiada tuhan selain Allah, Muhammad semoga Allah memberi shalawat dan salam kepada nya )

5.  Laa hawla wa laa quwwata illa billahil 'Aliyil 'Adzhim 333x
( tiada daya dan upaya kecuali dengan Kekuatan dari Allah Yang Maha Tinggi Lagi Maha Agung )
Makhrifat (Tiada Kekuatan selain Kekuatan Allah Yang Maha Tinggi Lagi Maha Agung)

6. Laa Gholibah ila billahil 'Aliyil 'Adzhim 333x
 ( Tiada yang menang kecuali mendapat pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung
 Makhrifat ( Yaa Allah Yaa Tuhan ku tinggikan ilmu ku sejengkal dari siapa saja)

7. Yaa Qadhi Rabbul Jalali ihdi hajati 333x
 ( Wahai Yang Memutuskan, Tuhan yang mempunyai kebesaran, Tunjukilah hajat ku ) 
makhrifat : Yaa Allah Qabulkan Segala hajat ku dihari ini


Penutup :

 Shadaqallahul ‘Adzhiim 
( Benarlah apa yang difirmankan Allah Yang Maha Agung )


ambil sholat hajad sebelum berdzikir
dikerjakan tanpa putus selama 41malam

Wednesday, 13 April 2016

Perumpamaan Nurrullah/ Cahaya Allah

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat per­umpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Mahamengetahui segala sesuatu. (QS. 24:35)


 Perumpamaan cahaya-Nya
- seperti sebuah lubang yang tak tembus
- yang di dalamnya ada pelita besar (pelita/sumber cahaya)
- Pelita itu di dalam kaca
- kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara
- yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun 
- Cahaya di atas cahaya

keterangan :
 1. gambar pertama ialah hasil editan saya yang tertuang dari buah pikiran dan qalbu, kebenaran nya mutlak ditangan Allah SWT

2. Sebuah sumber cahaya berada didalam sebuah lubang yang tidak tembus, yang cahaya tersebut seperti didalam kaca yang dibaluri minyak sehingga semakin mengkilau terpantul cahaya, dan terbias oleh cahaya diatas cahaya.



keterangan :
 1. gambar kedua ialah hasil editan saya yang tertuang dari buah pikiran dan qalbu tentang alam semesta atau disebut galaxy, kebenaran nya mutlak ditangan Allah SWT.

alam semesta ialah kumpulan galaxy, dan galaxy ialah kumpulan planet2 termasuk bumi dan juga bulan matahari, dan pada bumi ada diri kita.
nama galaxy yang terkumpul diplanet kita dinamakan galaxy bima sakti, dan galaxy bima sakti 
diluar kumpulan galaxy atau disebut alam semesta, ada ruang lagi, yang kita sebut " diluar alam semesta atau alam ketuhanan. 
alam ketuhanan maksudnya ialah, suatu alam yang tidak terjangkau oleh panca indra siapa pun terkecuali Allah Yang Maha Mengetahui,, maka itu disebut alam ketuhanan. Wallahualam

2. Jika kita perhatikan salah satu galaxy, salah satu nya galaxy bima sakti, maka seperti sebuah cahaya didalam lobang yang tak tembus, dan cahaya itu berlapis ( cahaya diatas cahaya ).

3. Pada setiap Galaxy didalam nya ada cahaya Allah yang menerangi, dan pada kumpulan galaxy masing2 ada cahaya Nya. Maha Suci Allah, yang Maha Mengetahui Segalanya





keterangan :
 1. gambar ketiga ialah hasil editan saya yang tertuang dari buah pikiran dan qalbu tentang perumpamaan nurrullah/ Cahaya Allah yang ada pada diri setiap mahluk termasuk manusia, jin, malaikat, hewan, tumbuhan2 dll

2. Setiap mahluk ada mata nya, dan jika kita perhatikan stuktur mata kita juga ikut terangkum dalam perumpamaan yang dijelaskan 35 surrah Annur ( Cahaya )

3. Mata diumpamakan sebuah lobang yang tak tembus
- Pupil diumpamakan cahaya Allah
- Kornea diumpamakan sebuah bola kaca seperti mutiara yang berkilau dibalur minyak zaitun
- Limbus korena diumpamakan cahaya diatas cahaya
- Sklera diumpamakan sebagai alam ketuhanan yang tidak bisa kita jangkau ( jika bola mata bagian hitam tiada, yang ada hanya putih saja, maka kita tiada memiliki cahaya Allah/petunjuk Allah, dalam arti kata "buta"
- penglihatan kita termasuk cahaya yang berlapis atau cahaya diatas cahaya,maka itu dapat melihat karena ada nya cahaya Allah ( perumpamaan dari pupil dan kornea )








Kesimpulan :

Jadi setiap sesuatu yang tersembunyi di dalam diri kita, penglihatan kita, sampai diseluruh jagad dan di luar jagad (alam ketuhanan ), Dia lah yang paling mengetahuinya..

maka dari itu, jika seorang hamba Allah yang paham tentang makhrifat penglihatan Allah, maka ketika penglihatan yg buruk termasuk melihat aurat yang bukan mukhrim nya ( dilarang Allah ) terlihat dipandangan bola mata nya, maka diri nya akan merasa malu karena dibola mata nya ada Allah yaitu ada cahaya Allah/ petunjuk Allah SWT.

bola mata menghasilkan penglihatan atau pandangan, dan petunjuk terlewatkan dahulu dari penglihatan kita,
begitu juga dengan hati kita, di hati kita juga ada mata nya, jika tiada mata hati, maka tiada pula petunjuk yang didapat. Masya Allah.. segala sesuatu yang diciptakan Allah ialah penciptaan yang sebaik2nya.

Barokallah











Kebenaran Alqur'an Kun Fayakun

Salamun Alaikum wahai para saudara ku..

dihari siang bolong ini saya ingin menterjamahkan, sebuah ayat dari kebenaran Alqur'an yang nyata

Penjelasan

“Innama amruhu idza arada syaian an yaqula lahu kun fayakun.” (Sesungguhnya urusannya-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah ia,” Qs. Yasin [36]:82).

Ayat mulia ini merupakan salah satu ayat unggul al-Qur’an yang mendeskripsikan kalimat pengadaan dan penjadian dan menyatakan, “Allah Swt dalam menjadikan dan mengadakan segala sesuatu yang kejadiannya dikehendaki, tidak membutuhkan kepada sesuatu yang lain kecuali kepada Dzat-Nya sendiri,

Yang dimaksud dengan bacaan “amr” pada ayat yang menjadi obyek bahasan adalah “sya’n” (urusan, kedudukan) artinya ayat tersebut ingin menandaskan, “Urusan (kedudukan) Tuhan tatkala menghendaki penciptaan satu makhluk dari seluruh makhluk adalah demikian, bukan bermaksud amr (perintah) sebagai lawan nahi (larangan). Tatkala Tuhan ingin menciptakan satu entitas (makhluk) maka Dia menggunakan kalimat “amr.” Karena itu, makna kalimat “idzâ aradâ” adalah bahwa tatkala segala sesuatu berada dalam obyek kehendak Tuhan, maka sya’n (kedudukan atau urusan) Tuhan adalah berkata kepada sesuatu tersebut untuk menjadi (kun) dan maka jadilah ia (fayakun). Namun yang menjadi titik tekan di sini bukan lafaz “kun” melainkan kehendak (iradah) Tuhan. Demikian juga dalam kondisi ini obyek bicara Tuhan juga bukanlah obyek yang memiliki indra pendengaran dan mendengarkan pembicaraan dengan dua telinganya kemudian mengada, lantaran apabila obyek bicara sudah mewujud (sebelumnya) maka tidak perlu lagi diwujudkan.  Karena itu, ayat yang menjadi obyek bahasan merupakan sebuah firman yang mengandung analogi dan karena Dzat Allah Swt apabila mengendaki wujudnya segala sesuatu maka tanpa ada jeda dan selisih akan segera mewujud.

kebenaran kata kun Allah SWT

“Innama amruhu idza arada syaian an yaqula lahu kun fayakun.”
ayat diatas,

Friday, 8 April 2016

Maunah dari Bersyahadat

Assalamualaikum wr wb

malam ini sy mencoba untuk share maunah atau faedah dari amalan syahadat.
sebenarnya syahadat ialah kunci dari setiap amalan terutama kali kunci untuk masuk islam.
maka dari itu sebanyak apa pun amalan seseorang walaupun amalan itu menaikan dirinya ketingkat kesadaran tinggi namun sedikit pun tidak mengucap syahadat maka semua amalan nya akan tertolak, maksudnya amalan yg dikerjakan nya hanya sampai didunia, tidak dikampung akherat.. begitu lah penting nya ucapan syahadat.

Friday, 1 April 2016

HIZIB NASHR


HIZIB NASHR


oleh Syekh Abil Hasan Asy-Syadziliy

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمْ

اَللَّهُمَّ ِبسَطْوَةِ جَبَرُوْتِ قـَهْرِكَ وَبِسُرْعَةِ ِاغَاثَةِ نَصْرِكَ وَبِغَيْرَتِكَ ِلاِنْتِهَاكِ حَرَمَاتِكَ وَبِحَمَايَتِكَ لِمَنْ ِاحْتَمَى بِاَيَتِكَ نَسْأَََلُكَ يَااَللهُ يَاسَمِيعْ يَاقـَرِيبْ يَامُجِيبْ ياَسَرِيعْ يَامُنْتـَقِمْ يَاشَدِيْدَ اْلبَطْشِِ يَاجَبَّارُ يَاقهَّارُ يَامَنْ لاَيُعْجِزُهُ قَـَهْرُ الْجَبَابِرَةِ وَلاَ يَعْظُمُ عَلَيْهِ هَلاَكُ اْلمُتـَمَرِدَةِ مِنَ اْلمُلـُوْكِ وَاْلأكَاسِرَةِ اَنْ تَجْعَلَ كَيْدَ مَنْ كَادَنِى فِي نَحْرِهِ وَمَكَرَمَنْ مَكَرَنِى عَائِدًاً عَلَيْهِ وَحَفَرَةَ مَنْ حَفَرَ لِى َواقِعًا فِيْهاَ وَمَنْ نَصَبَ لِى شَبَكَة َ الْخِدَاعِ ِاجْعَلْهُ يَا سَيِّدِىْ مُسَاقاً اِلَيْهَا وَمُصاَداً فِيْهَا وَاََسِيْرًا لَدَيْهَا اَللهُمَّ بِحَقِّ كهيعص اِكْفِنَا هَمَّ اْلعِدَا وَلَقِّهِمُ الرَّدَا وَاجْعَلْهُمْ لِكُلِّ حَبِيْبٍ ِفدَا وَسَلِّطْ عَلَيْهِمْ عَاجِلَ النِّقـْمَةِ فِى اْليَوْمِ وَالْغَدَا، اَللهُمَّ َبدِّدْ شَمْلَهُمْ الَلهُمَّ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ اَللهُمَّ اَقْلِلْ عَدَدَهُمْ اَللهُمَّ اجْعَلِ الدَّائِرَةَ عَلَيْهِمْ اَللهُمَّ اَوْصِلِ اْلعَذاَبَ ِالَيْهِمْ اَللهُمَّ اَخْرِجْهُمْ عنْ دَائِرَةِ اْلحِلْمِ وَاسْلـُبْهُمْ مَدَدَ الإمْهَالِ وَغُلَّ اَيْدِيْهِمْ وَارْبُطْ عَلىَ قُلُوْبِهِمْ وَلاَ تُبَلِّغْهُمُ اْلأمَالَ اَللهُمَّ مَزِّقْهُمْ كُلَّ مُمَزَّقِ مَزَّقْتَهُ مِنْ اَعْدَائِكَ اِنْتِصَارًا ِلأَنْبِيَائِكَ وَرُسُلِكَ وَاَوْلِيَآئِكَ، {اَللهُمَّ اِنْتَصِرْ اِنْتِصَارِكَ ِلأحْبَابِكَ عَلىَ اَعْدَائِكَ} ×3 {اَللهُمَّ لاَتُمَكِّنِ اْلأعْدَاءَ فِيْنَا وَلاَ تُسَلِّطْهُمْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا}×3 حم حم حم حم حم حم حم حُمَّ اْلأمْرُ وَجَآءَ النَّصْرُ فَعَلَيْنَا لاَ يُنْصَرُوْنَ. حمعسق حِمَايَتـُنَا ِممَّا نَخَافُ َاللهُمَّ قِنَا شَرَّ اْلأسْوَاءِ وَلاَ تَجْعَلْنَا مَحَلاً ِللْبَلْوَى اَللهُمَّ اَعْطِنَا اَمَلَ الرَّجَاءِ وَفَوْقَ اْلأمَلِِ يَاهُوْ يَاهُوْ ياَهُوْ يَامَنْ بِفَضْلِهِ لِفَضْلِهِ نَسْألـُكَ اْلَعَجَلَ َالْعَجَلَ اِلَهِى ْالإجَابَةَ اَْلإجَابَةَ يَا مَنْ اَجَابَ نُوْحاً فِى قَوْمِهِ وَيَامَنْ نَصَرَ اِبْرَاهِيْمَ عَلىَ اَعْدَائِهِ َويَامَنْ رَدَّ يُوْسُفَ عَلىَ يَعْقُوْبَ يَا مَنْ كَسَفَ ضُرَّ اَيُّوْبَ يَا مَنْ اَجَابَ دَعْوَةَ زَكَرِيَّا يَامَنْ قـَبِلَ تَسْبِيْحَ يُوْنُسْ ِبِنْ مَتـَى نَسْألـُكَ بِأسْرَارِ هَذِهِ الدَّعَوَاتِ اَنْ تـَقـَبَّلَ مَابِهِ دَعَوْنَاكَ وَاَنْ تُعْطِيْنَاَ مَاسَألْنَاكَ اَنْجِزْ لَنَا وَعْدَكَ الَّّذِى وَعَدْتَهْ لِعِبَادِكَ اْلمُؤْمِنِينْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ سُبْحَاَنكَ اِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينْ اِنْقَطَعَتْ اَمَالُنَا وَعِزَّتِكَ اِلاَّ مِنْكَ وَخَابَ رَجَاؤُنَا وَحَقِّكَ اِلاَّ فِيكْ ” اِنْ اَبْطَاَتْ غَرَّةُ اْلأرْحَامِ وَابْتَعَدَتْ  فَأقْرَبُ الشََّيْئِ مِنَّا غَارَةُ اللهْ، يَاغَارَةَ اللهِ جِدِّى السَّْيْرَ مُسْرِعَة ً  فِى حَلِّ عُقْدَتِنَا يَا غَارَةَ اللهْ. عَدَتِ اْلعَادُوْنَ وَجَارُوْا وَرَجَوْنَا اللهَ مُجِيْرًا وَكَفَى بِاللهِ وَلِيـًّّا وَكَفَى بِاللهِ نَصِيْرًا وَحَسْبُنَا اللهَ وَنِعْمَ الْوَكِيلْ وَلاَ حَوْلَََ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيمْ، سَلاَمٌ عَلَى نُوْحٍ فِى اْلعَالَمِينْ {اِسْتَجِرْ لَنَا آمِينْ}× 3 فَقـُطِعَ دَابِرَ ْالقـَوْمِ الَّذِيْنِ ظَلَمُوْا وَاْلحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ.


BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM. ALLOHUMMA BISATHWATI JABARUUTI QOHRIKA BISUR’ATI IGHOOTSATI NASHRIKA WABIGHOIROTIKA INTIHAAKI HAROMAATIKA WABIHIMAAYATIKA LIMAN IHTAMA BIAAYATIKA NAS-ALUKA YAA ALLAH YAA SAMII’ YAA QORIIB YAA MUJIIB YAA SARII’ YAA MUNTAQIM YAA SYADIIDAL BATHSYI YAA JABBAARU YAA QOHHARU YAAMAN LAA YU’JIZUHU QOHRUL JABAABIROTI WALAA YA’DHUMU ‘ALAIHI HALAKUL MUTAMARIDATI MINAL MULUUKI WAL AKAASIROTI AN TAJ’ALA KAIDAMAN KAADANII FII NAHRIHI WAMAKAROMAN MAKARONII ‘AA-IDAN ‘ALAIHI WAHAFAROTA MAN HAFAROLII WAAQI’AAN FIIHA WAMAN NASHOBALII SYABAKATAL KHIDAA’I IJ’ALHU YAA SAYYIDII MUSAAQON ILAIHAA WAMUSHOODAN FIIHAA WAASIIRON LADAIHAA. ALLOHUMMA BIHAQQI KAAF HAA YAA ‘AIIN SHOOD IKFINAA HAMMAL ‘IDAA WALAQ QIHIMURRODAA WAJ’ALHUM LIKULLI HABIBIN FIDAA WASALLITH ‘ALAIHIM ‘AAJILAN NIQMATI FIL YAUMI WAL GHODAA. ALLOHUMMA BADDIL SYAMLAHUM ALLOHUMMA FARRIQ JAM’AHUM ALLOHUMMA AQLIL ‘ADADAHUM ALLOHUMMAJ’AL LIDA-IROTA ‘ALAIHIM ALLOHUMMA AUSHIL ‘ADZAABA ILAHIM ALLOHUMMA AKHRIJHUM ‘AN DAA’IROTIL HILMI WASLUBHUM MADADAL IMHAALI WAGHULLA AIDIIHIM WARBUTH ‘ALA QULUUBIHIM WALAA TUBALLIGHHUMUL AMALA ALLOHUMMA MAZ-ZIQHUM KULLA MUMAZ-ZAKI MAZZAQTAHU MIN ‘ADAA-IKAN TISHOORON LI AMBIYAA-IKA WARUSULIKA WA AULIYAA-IKA ALLOHUMMAN TASHIR INTISHOOROKA LI-AHBAABIKA ‘ALA A’DAA-IKA 3 X ALLOHUMMA LAATUMAKKINIL ‘ADAA-A FIINAA WALAA TUSALLITHHUM ‘ALAINAA BIDZUNUUBINA 3 X HAA MIIM 7 X HUMMAL AMRU WAJAA-ANNASHRU FA’ALAINAA LAAYUNSHORUUNA HAA MIIM ‘AIIN SIIN QOOF HIMAAYATUNAA MIMMAA NAKHOOFU ALLOHUMMA QINAA SYARROL- ASWAA-I WALAA TAJ’ALNAA MAHALAN LILBALWAA ALLOHUMMA ‘ATHINAA AMALAR ROJAA-I WAFAUQOL AMALI ( YAHU 3 X ) YAA MAN BIFADHLIHI LIFADHLIHI NAS-ALUKA ( AL’AJALA 2 X ) ILAAHII AL IJAABATA AL IJAABATA YAA MAN AJAABA NUUHAN FII QAUMIHI WAYAA MAN NASHORO IBROHIMA ‘ALA ‘ADAA-IHI WAYAAMAN RODDA YUSUFA ‘ALA YAQUB YAAMAN KASYAFA DHURROO AYUBA YAAMAN AJAABA DA’WATA ZAKARIA YAMAN QOBILA TASBIHA YUNUS BIN MATA NAS-ALUKA BIASROORI HADZIHID DA’AWAATI AN TAQOBBALA MAA BIHI DA’AUNAAKA WAAN TU’THIYANAA MAASA-ALUNAAKA ANJIZLANAA WA’DAKAL LADZII WA’ADATAH LI’IBAADIKAL MU’MININA LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADH-DHOLIMIINA INQOTHO’AT AMAALUNAA WA’IZZATIKA ILLAA MINKA WAKHOOBA ROJAA-UNAA WAHAQQIKA ILLAA FIIKA INABTHOOAT GHORROTUL ARHAAMI WABTA’ADAT FA,AQROBUSY-SYAIN MINNAA GHOOROTULLAAHI YAA GHOOROTALLAAHI JIDDIS SAIRO MUSRI’ATAN FII HALLI ‘UQDATINAA YAA GHOOROTALLAAHI ‘ADATIL ‘AADUUNA WAJAARUU WAROJAUNAALLAAHA MUJIIRON WAKAFAA BILLAAHI WALIYYAN WAKAFAA BILLAAHI NASHIIRON WAHASBUNALLAH WANI’MAL WAKIILU WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIM SALAMUN ‘ALA NUUHIN FIL ‘AALAMIINA ( ISTAJIBLANAA AMIIN 3 X ) FAQUTHI’A DAABIRUL QAUMIL LADZIINA ZHOOLAMUU WALHAMDULILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIINA WASHOLALLAAHU ‘ALA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALA AALIHI WASHOKHBIHI WASALLAAM.



Artinya :

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Yaa Allah dengan cambuk penjagaan Engkau. Dan dengan sifat keperkasaann Engkau. Dan dengan sifat nasor ( pertolongan ) Engkau karena kehormatan Engkau supaya Engkau menjaga orang-orang yang minta dijaga dengan ayat-ayat Engkau Saya minta kepada Engkau yaa Allah. Hai Dzat yang Maha Mendengar. Hai Dzat yang Maha Dekat. Hai Dzat yang Maha Mengabulkan do’a. Hai Dzat yang menjalankan nasib. Hai Dzat yang berat siksanya. Hai Dzat yang Perkasa. Hai Dzat yang tidak akan mengalahkan orang-orang yang dijaga oleh Engkau dari orang-orang yang berbuat aniaya dan tidak akan memuliakan orang-orang yang berbuat kerusakan. Dan dari orang-orang yang berbuat keji dari tiap-tiap raja dan penguasa. 

Dan Engkau menjadikan tipuan kepada orang-orang yang akan menipu diri Saya dan orang yang mengadu domba diri Saya. Dan orang yang memasang perangkap kepada Saya. Semoga Engkau menjadikan mereka yaa Gusti orang yang terperangkap sendiri sehingga mereka menjerit dalam tawanan. 
Yaa Allah dengan haknya Kaaf Haa Yaa ‘Aiin Shood selamatkanlah Saya dari niat jahatnya musuh-musuh dan temukanlah musuh itu dalam kesusahan. Atau jadikanlah musuh-musuh Saya menjadi kekasihku. Atau jadikanlah musuh-musuh Saya supaya disiksa dikemudian hari.
Yaa Allah porak porandakanlah kumpulan musuh-musuh Saya. Yaa Allah bubarkanlah kumpulan musuh-musuh Saya. Yaa Allah sudahilah ( sedikitkanlah ) bilangan musuh-musuh Saya. Yaa Allah jadikanlah lingkaran siksa kepada musuh-musuh Saya. Yaa Allah datangkanlah siksa kepada musuh-musuh Saya. Yaa Allah keluarkanlah musuh-musuh Saya dengan sifat dermawan Engkau dan bebanilah tangan musuh- musuh Saya. Dan resahkanlah hatinya dan janganlah Engkau mendatangkan cita citanya musuh-musuh saya. Yaa Allah pecah belahkanlah tiap musuh-musuh Saya seperti Engkau memecah belahkan musuh-musuh Engkau dalam menolong para nabi Engkau dan para utusan Engkau dan para wali Engkau. Yaa Allah tolonglah Saya seperti Engkau menolong kepada para kekasih Engkau dari tiap-tiap musuh-musuh Engkau 3 x. Yaa Allah janganlah Engkau membolehkan musuh-musuh Saya datang dan janganlah Engkau membinasakan Saya sebab dosa-dosa Saya 3 x. Haa Miim 7 x. Sudah dipastikan jika pertolongan sudah datang kepada Saya. Haa Miim ‘Aiin Siin Qoof maka musuh pasti kalah.Yaa Allah jagalah diri Saya dari tiap-tiap perkara yang menyusahkan. Dan janganlah Engkau menempatkan Saya ketempat yang membahayakan. Yaa Allah semoga Engkau memberikan kepada Saya perkara yang aku harapkan Yaa Huu 3 x Hai Dzat yang Maha Memberi anugerah Saya mohon kepada Engkau pemberian cepat cepat. Yaa Tuhan Saya semoga Engkau mengabulkan permohonan Saya. Hai Dzat yang mengabulkan do’anya Nabi Nuh kepada kaumnya. Hai Dzat yang menolong Nabi Ibarahim kepada musuhnya. Hai Dzat yang mengembalikan Nabi Yusuf kepada Nabi Yaqub. Hai Dzat yang melepaskan kesusahan Nabi Ayub. Hai Dzat yang mengabulkan do’anya Nabi Zakaria. Hai Dzat yang menerima bacaan tasbihnya Nabi Yunus bin Mata. Saya mohon kepada Engkau dengan rahasianya do’a ini semoga Engkau menerima perkara yang aku mohonkan kepada Engkau. Dan memberikan apa yang aku mohonkan kepada Engkau. Semoga Engkau melestarikan kepada Saya dengan janji Engkau seperti Engkau telah menjanjikan kepada orang-orang mu’min. Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya Saya tergolong orang-orang yang susah maka janganlah Engkau memutuskan apa yang Saya harapkan. Demi Dzat keagungan Engkau kecuali kepada Engkau tidak akan kalah apa yang Saya harapkan. Demi haknya Engkau jika terlambat bantuan dari saudara Saya maka jauhkanlah mereka dari Saya. Dan dekatkanlah kepada Saya bantuan dari Allah. Hai para bantuan Allah cepat cepatlah tindakan Mu dalam melepaskan kesusahan Saya. Hai para bantuan Allah mereka sudah melewati batas dan sudah berbuat semena-mena dan hanya kepada Allah aku berharap. Dan cukup hanya Allah yang menolong Saya juga cukup bagi Saya hanya Allah sebaik baiknya penolong. Tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi dan Agung. Keselamatan terlimpah kepada Nabi Nuh dari Tuhan seluruh alam. Kabulkanlah do’a Saya aamiin 3 x. Dan putuskanlah barisan kaum yang dholim. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam. Semoga shawat dan salam selalu Allah limpahkan kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabat sahabatnya.





wasilah kepada : اِلىَ حَضَرَةِ النَّبِىِّ اْلمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ َاْلفَاتِحَةْ


- ILAA HADROTIN NABIYYIL MUSHTHOFAA MUHAMMAD SHOLALLAAHU ‘ALAIHI WASSALAM AL FATIHAH……. خُصُوْصًا هَدِ يَةً اِلَى رُوْحِ شَيخْ اِمَامْ حَبِيْبِىْ عَبْدِ اللهِ ْبنِ عَلَوِى اِبْنِ مُحَمَّدْ اْلحَد َدِ بَعَلَوِى َنفَعَنَا اللهُ بِهِ آمينْ َاْلفَاتِحَةْ…..

- KHUSHUUSHON HADIYYATAN ILAA RUUHI SYAIKHI IMAM HABIBI ABDILLAHIBNI ALWIBNI MUHAMMAD AL HADADI BA’ALAWI NAFAANNALLAH BIHI AMIN AL FATIHAH……. ثُمَّ اِلىَ حَضَرَةِ اَرْوَاحِ شَيْخِنَا وَاُسْتَاذِنَا وَجَمِيْعِ اْلمُسْلِمِينَ وَاْلمُسْلِمَاتْ وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتْ اَلْفَاتِحَةْ…….

– TSUMMA ILAA HADHROTI ARWAHI SYAIKHINA WA USTADZINAA WA JAMI’IL MUSLIMINA WAL MUSLIMAATI WAL MU’MININA WAL MU’MINATI AL FATIHAH……..




Cara mengamalkannya :

1. Dipuasai puasa bila ruh selama 7 hari dimulai pada tanggal 1 atau 15 Qomariyah dan pada akhir puasa patigeni ( tidak boleh tidur selama sehari semalam ) tapi pada malam harinya Anda boleh makan dan minum.


2. Selesai puasa 7 hari pada pagi harinya Anda selamatan nasi disertai telur ayam paling sedikitnya 7 butir.


3. Pada saat berpuasa Hizib Nashr dibaca 3x


4. Selesai Berpuasa Hizib Nashr diwiridkan sehari semalam 1x selama 100hari


5. setelah sampai 100hari, izib Nashr diwiridkan tiap hari jum'at 1x secara istiqomah





Kegunaannya :

– Lafad : ALLOHUMMA BISATHWATI JABARUUTI QOHRIKA sampai lafad : YAA SARII YAA MUNTAQIIM itu dibaca sebanyak 7 x dengan menghadapi gelas yang berisi air putih kemudian diminumkan pada orang yang sedang sakit gila, ayan ( epilepsi ) dll.



– Lafad : YAA SYADIIDA BATHSII sampai lafad : WAKHAFAROTA MAN KHAFAROLII WAQIIAN FIIHA dan ditambahi lafad : YAA ALLAH sebanyak 3 x bila lafad tersebut di baca 1 x kemudian ditiupkan di kedua telapak tangan, lalu diusap usapkan ke badan Insya Allah tidak mempan segala macam senjata tajam ( kebal ).


– Lafad : WAMAN NASHORO LII SYABAKATA KHIDAA’I sampai lafad : FII YAUMI WAGHODA dibaca 3 x itu untuk menangkis pukulan musuh.


– Lafad : ALLOHUMMA BADIL SAMLAHUM sampai lafad : ALLOHUMMAN TASHIR LANANTISHOOROKA AKHBABIKA ‘ALA ‘ADAIKA bila dibaca sebanyak 3 x bila dikeroyok orang banyak Insya Allah tidak sampai dengan catatan kita dalam pihak yang benar.


– Untuk meminta rizki yang banyak.


– Untuk mengeluarkan orang yang ditawan.




Sumber

Kitab Abdullah Afif Thaifuri

Shalawat Ulul Azmi Imam al-Jazuliy


Shalawat Imam al-Jazuliy

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآدَمَ وَنُوْحٍ وَإِبْرَاهِيْمَ وَمُوْسَى وَعِيْسَى وَمَا بَيْنَهُمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ . صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ.

Artinya:” Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa dan seluruh Nabi dan Rasul di antara mereka. Semoga rahmat dan salam Allah selau tercurah kepada mereka semua.”


Shalawat ini dinamakan shalawat Ulul Azmi, lantaran di dalam redaksinya disebutkan lima nama-nama Rasul Ulul Azmi yaitu Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad. Menurut pendapat Imam Athiyyah dan Imam Mujahid, kelima Rasul itulah yang mendapat gelar Ulul Azmi. Sedangkan menurut pendapat Imam al-Hasan, Rasul yang mendapat gelar Ulul Azmi ada empat yaitu: Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Daud dan Nabi Isa. Didahulukan penyebutan Nabi Adam karena beliau merupakan Nabi pertama dan manusia pertama.

Keutamaan Membaca Shalawat Ulul Azmi

Syaikh Muhammad Ibn Sulaiman al-Jazuliy mengatakan:
مَنْ قَرَأَهَا ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَكَأَنَّمَا خَتَمَ الْكِتَابَ يَعْنِي دَلاَئِلَ الْخَيْرَاتِ
Artinya:” Siapa saja yang membaca shalawat Ulul Azmi sebanyak tiga kali, seakan-akan ia mendapat pahala mengkhatamkan kitab Dalail al-Khairat.”[1]
Biografi Imam Muhammad Sulaiman al-Jazuliy
Nama beliau adalah Abu Abdillah Muhammad Ibn Sulaiman al-Jazuliy al-Simlaliy al-Syarif al-Hasaniy. Beliau dilahirkan di Jazulah yaitu disebuah kabilah dan Barbar di pantai negeri Maghrib, Maroko, Afrika. Bahwa bumi Maroko adalah gudang ulama dan wali, bahkan di kota Fas Maroko saja terdapat jutaan ulama yang lahir dan dikuburkan di kota tersebut, yang dikenal melalui berbagai kitab karyanya yang beredar di berbagai penjuru dunia.
Imam al-Jazuliy belajar di Fas yaitu sebuah kota yang cukup ramai yang terletak tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dengan Mesir. Jarak antara Fas dan Mesir kira-kira 36 derajat 17 daqiqah atau sekitar 4.064 km. Dikota Fas beliau belajar hingga menjadi sangat banyak menguasai ilmu yang bermacam-macam sehingga namanya tersohor, kemudian beliau mengarang kitab “Dalail al Khairat”.

Kronologi Imam Muhammad Ibn Sulaiman al-Jazuliy mengarang kitab shalawat Dalail Khairat, suatu ketika tengah berjalan-jalan di padang pasir. Ketika waktu shalat tiba, beliau berusaha mencari sumber air untuk berwudhu dan melepaskan dahaganya. Setelah beberapa saat menyusuri padang pasir, beliau menemukan sebuah sumur yang sangat dalam. Sumur itu masih menyimpan air, tapi sayang Imam al-Jazuliy tak menemukan alat untuk mengambil air dari sumur.
Ketika beliau tengah kebingungan mencari alat untuk mengambil air, tiba-tiba beliau melihat seorang anak perempuan kecil menghampiri beliau dari tempat ketinggian. Anak kecil itu bertanya, “Siapakah anda tuan, mengapa anda berada di tempat yang sesunyi ini?”
Imam al-Jazuliy lantas menjelaskan hal ihwal beliau dan kesulitan yang tengah menimpanya. “Anda adalah seseorang yang terpuji yang terkenal karena keshalehan Anda!” seru anak kecil itu. Anak kecil perempuan melihat Imam al-Jazuliy tampak kebingungan mencarikan alat untuk mengeluarkan air dari dalam sumur. Setelah agak lama mencari namun tak juga menemukan, si anak lalu mendekat ke bibir sumur dan meludah ke dalamnya. Ajaib, air sumur tiba-tiba meluap sampai ke atas permukaan tanah!
Setelah minum dan merampungkan wudhunya, Imam al-Jazuliy lantas berkata, “Wahai anak kecil, sungguh aku kagum kepadamu! Dengan amal apakah engkau dapat meraih kedudukan setinggi ini?” Anak perempuan kecil itu menjawab, “Dengan memperbanyak membaca shalawat kepada orang yang apabila ia (Nabi Muhammad) berjalan di padang belantara, binatang-binatang buas akan mengibas-ngibaskan ekornya (menjadi jinak).”
Setelah mendengar penuturan anak kecil itu, Imam Al Jazuliy lantas bernadzar untuk menyusun sebuah kitab yang membahas tentang shalawat untuk Nabi Muhammad. Kelak, setelah kitab tersebut selesai ditulisnya, kitab itu dinamainyaDalailul Khairat. Sebuah kitab yang masih terus dibaca hingga kini karena keberkahannya yang luar biasa. Dikemudian hari, Syaikh Uwais Ibn Abdullah al-Mujtabi al-Husainiy membuat Mukhtashar (ringkasan) kitab Dalail al-Khairat dengan nama al-Budur al-Nayyirat Fi Ikhtishar Dalail al-Khairat.
Dan sebelum beliau mensosialisasikan kitab itu, Imam al-Jazuliy mendapat ilham untuk pulang kembali ke tanah kelahirannya. Maka beliau kembali dan Fas ke desa beliau ditepi daerah Jazulah. Kemudian beliau dengan kesendiriannya itu bertemu Syaikh Abu Abdilah Muhammad Ibn Abdullah al-Shaghir seorang penduduk di pinggiran desa dan beliau berguru Dalail kepadanya. Kemudian Imam al-Jazuliy melaksanakan khalwat untuk beribadah selama 14 tahun dan kemudian keluar dan khalwatnya untuk mengabdikan diri dan menyempurnakan pentashihan (pembetulan) kitab “Dalail Khairat” pada hari jum’at, 6 Rabi’ul Awwal 862 H. delapan tahun sebelum hari wafatnya.

Beliau wafat waktu melaksanakan shalat subuh pada sujud yang pertama (atau pada sujud yang kedua menurut satu riwayat) tanggal 16 Rabi’ul Awwal 870 H. Beliau dimakamkan setelah waktu shalat Dzuhur pada hari itu juga di tengah masjid yang beliau bangun. Beliau tidak memiliki putra lelaki sehingga kekhalifahan beliau dilanjutkan oleh para murid-murid beliau diantaranya adalah: Syaikh Muhammad al-Shaghir al-Sahaliy dan Syaikh Muhammad Abdul Karim al-Mundziriy.

Sebagian karamah Imam al-Jazuliy adalah setelah 77 tahun dari wafat beliau, makam beliau dipindahkan dari kota Sus ke kota Marakisy, dan ternyata ketika jenazah beliau dikeluarkan dari kubur, keadaan jenazah itu masih utuh seperti ketika beliau dimakamkan. Rambut dan jenggot beliau masih nampak bersih dan jelas seperti pada hari beliau dimakamkan. Makam beliau di Marakisy sering diziarahi oleh banyak orang.

Sebagian besar dan peziarah itu membaca kitab Dalail al-Khairat di sana, sehingga dijumpai di makam itu bau semerbak minyak misik yang amat harum karena begitu banyak dibacakan shalawat salam kepada Nabi Muhammad, para sahabat dan keluarga beliau. kisah wangi semerbak itu adalah sebagian dari sejarah yang lain tentang beliau bahwa para orang sholeh dari berbagai penjuru dari masa ke masa senantiasa membaca dan mengamalkan kitab beliau yaitu Dalail al-Khairat.[2]

Akhirnya beliau mendapat predikat sebagai seutama-utamanya orang yang bersama Rasulullah kelak karena banyaknya pengikut beliau untuk membaca shalawat, sebagai mana Rasulullah bersabda:
عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَإِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلاةً .
Artinya: “Manusia yang paling utama bersamaku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak membaca Shalawat untukku.”[3]
Sumber : yayasan almuafah

Sholawat Khusnul Khotimah

Sholawat Khusnul Khotimah

اَلَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَ نَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ عَدَدَ كُلِّ حَرْفٍ جَرَى بِهِ الْقَلَمُ .


Sholawat ini termaktub dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin Fi talkhish Fatawa Ba'dhil A'immati minal Ulama' Al-Muta'akhirin, karya As-Sayyid Al-Alim Al-Faqih Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin Umar Al-Masyhur Ba'lawi.


Khasiatnya :

Al-Imam Al-Quthb Sayyid Abdullah Bin Alwi Al-Haddad berkata : "Diantara yang menjadikan seseorang meninggal dunia dalam keadaan khusnul khotimah adalah, setelah selesai mengerjakan shalat maghrib ia mengucapkan, "Ashtaghfirullah Al-Ladzii laa ilaha illa huwal hayyul qayyum alladzi laa yamutu wa atuubu ilaih, rabbighfirli, "kemudian dilanjutkan dengan shalawat diatas. Barang siapa membaca semua itu sebelum ia mengucapkan yang lain, niscaya ia akan meninggal dalam keadaan beriman.



Sumber
Kitab Ulama' Al-Muta'akhirin

SHOLAWAT HAIBAH

Bismillahirrohmanirroim.

“ALLAHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLAATAN TULQII BIHAR RU’BA WAL HAIBATA FII QULUUBIL KAAFIRIINA WAL MUSYRIKIINA WADH DHOOLIMIINA WAL MUNAFIQIINA WAL MUFSIDIINAA WA’ALAA AALIHI WA SHOHBIHII WA SALLAMA “


ARTINYA :

” WAHAI ALLAH LIMPAHKANLAH SHOLAWAT KEPADA JUNJUNGAN KITA NABI MUHAMMAD, SHOLAWAT YANG MEMBUAT KETAKUTAN, KEGETARAN DALAM HATI ORANG KAFIR, ORANG-ORANG MUSYRIK, ORANG-ORANG YANG BERBUAT KERUSAKAN. DAN JUGA KEPADA SEGENAP KELUARGA DAN PARA SAHABAT BELIAU BERIKUT KEPADA MEREKA. “
CARANYA :

1. DI AMALKAN SETELAH SHOLAT FARDHU WAJIB 5 WAKTU, TAWASSUL AL-FATIHAH UNTUK NABI MUHAMMAD SAW,  UNTUK PARA SAHABAT NABI, MALAIKAT MUQORROBIN DAN QORRIBIN, UNTUK PARA NABI, PARA WALI ALLAH,  UNTUK ORANG-ORANG YANG SEDANG SAKIT,  UNTUK ORANG TUA KITA, DAN  UNTUK DIRI SENDIRI

2. DI AMALKAN SEBANYAK 47 KALI DALAM SEMALAM/SETIAP SELESAI SHOLAT FARDHU WAJIB 5 WAKTU.


Shalawat Hajjiyyah


Allahumma shalla 'alaa sayidinaa Muhammad shalatan tuballighunaa bihaa hajja baytikal haraami waziyaarata qabri nabiyyika 'alayhi afdhalush shalati was salam fii luthfin wa yusrin wa ma'uunati
wa 'afiyatil ajsam wa salamatin wa tarzuqunaa bihaa bulughal maraam wa husnal khithaam wa 'ala alihi wa shahbihi wa baarik wa sallam 'adada khalqika wa ridha'a nafsika wa zinata 'arsyika wa midaada kalimatika (7x)

Artinya :
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat ta'zhim kepada junjungan kami Sayidina Muhammad, sebuah
rahmat ta'zhim, yang dengannya Engkau mengantarkan kami (memenuhi ibadah) Haji (ke) Rumah Engkau di (tanah)haram, dan menziarahi kubur Nabi Engkau, yang atasnya seutama-utama ta'zhim dan salam sejahtera dalam kelembutan, dimudahkan, mendapat pertolongan, kebahagiaan, keselamatan , mendepat Rezeki dari sisi-Mu, dan sampainya tujuan. Dan kepada keluarga dan sahabat- sahabat beliau SAW, dan berikanlah keberkahan dan salam sejahtera, sebanyak bilangan
makhluk-Mu dan sebanyak keridha'an Dzat-Mu dan juga seberat 'Arsy-Mu serta sebanyak tinta
untuk menulis kalam-Mu. ," (tujuh kali)

Sholawat as-Sa`adah

Sholawat as-Sa`adah (Shalawat Kebahagiaan)

اللهم صلى وسلم وبارك على سيدنا ومولانا محمد عدد ما فى علم الله صلاة دائمة بدوام ملك

Allâhumma shalli wa sallim `alâ Sayyidinâ wa Mawlânâ Muhammadin `adada mâ fî `ilmillâhi shalâtan dâimatan bi-dawâmi mulkillâhi.

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW sebanyak bilangan yang ada dalam pengetahuan Allah, dengan limpahan rahmat yang abadi, selama keabadian kerajaan Allah.

Khasiatnya;

1. Bila anda ingin dinaikan pangkat nya, maka bacalah shalawat ini sesudah selesai shalat fardhu sebanyak 21x, insya Allah apa yang anda inginkan segera terkabulkan.
2. Jika shalawat ini dibaca sebanyak 40x setiap hari dengan istiqomah, insya Allah anda dicintai oleh orang banyak.



Sumber
Kitab Abdullah Afif Thaifuri

SHOLAWAT SYIFA'

SHOLAWAT SYIFA' (OBAT)

Fadlilahnya :

Barang siapa yang selalu membaca Sholawat ini setiap malam 7x atau 21 s.d 41 x atau 313x insya Allah diberi terang hatinya serta diberi kesehatan lahir dan batin.

Agar kita benar-benar dapat memperoleh kesehatan jasmani dan rohani, maka perbanyaklah dan biasakanlah membaca shalawat berikut.Ini shalawatnya :

أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ الأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِ الأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ.

ALLAAHUMMA SHOLLI 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN TIBBI ALQULUBI WADAWAAIHA WA'AFIYATI AL'ABDAANI WASYIFAA'IHAA WANUURI ALABSHORI WADLIYAA'IHA WA'ALAA ALIHI WASHOHBIHI WABARIK WASALLIM

“Ya Allah limpahkanlah kesejahteraan atas baginda kami Nabi Muhammad yang merupakan obat dan penyembuhan hati kami, penyehat dan penyelamat badan, yang merupakan cahaya dan sinar penglihatan dan yang merupakan penjamin kesehatan jasmani dan rohani akan kebutuhan makanan dan juga tumpahkan kesejahteraan itu atas keluarga dan sahabat-sahabatnya dan berilah keselamatan “

Sumber
Kitab Abdullah Afif Thaifuri

Shalawat Al Fatih

Bacaan Shalawat Fatih
Bacaan Shalawat al-Fatih dan disusun oleh al-'Arif al-Kabir Sayyid Muhammad al-Bakri. la mengatakan, "Barang siapa membacanya satu kali dalam seumur hidup, maka dijamin dirinya tidak akan masuk neraka."

Bagi orang yang mau membacanya terus-menerus selama empat puluh hari, Allah akan menerima tobat atas semua dosanya. Jika shalawat fatih ini dibaca seribu kali
pada malam Jumat atau malam Kamis atau malam Senin, maka orang yang mem-baca akan bisa berkumpul dengan Rasulullah Saw.

Berikut bacaan lengkap Shalawat Fatih


Allahumma shalli wasallim wabaarik 'alaa sayyidinaa Muhammadinil faatihi limaa ughliqa, wal khaatimi limaa sabaqa wannaashiril haqqi bil haqqi walhaadii ilaa shiraathikal mustaqiimi, shallallaahu 'alaihi wa 'alaa aalihi wa ash haabihi haqqa qadrihii wamiqdaa rihil 'adziim.

Arti nya :

"Ya Allah curahkanlah rahmat dan keselamatan serta berkah atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang dapat membuka sesuatu yang terkunci, penutup dari semua yang terdahulu, penolong kebenaran dengan jalan yang benar, dan petunjuk kepada jalanMu yang lurus. Semoga Allah mencurahkan rahmat kepada beliau, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya dengan sebenar-benar kekuasaanNya yang Maha Agung."



Manfaat dan fadhilah bacaan sholawat Fatih:

Shalawat Fatih ini ditulis oleh Syech Sayyid Muhammad Syamsuddin ibn Abil Hasan al Bakri RA, adapun manfaat dan fadhilah Shalawat Fatih adalah:
1. Untuk menghilangkan pikiran yang resah atau susah;
2. Barang siapa membaca sholawat al Fatih tersebut, seumur hidup sekali saja Insya Allah diselamatkan dari api neraka.
3. Membaca Sholawat Al Fatih satu kali seperti membaca sholawat 10.000 x (ada yang mengatakan 600.000x)
4. Untuk melepaskan semua kesulitan misalnya agar dapat segera membayar hutang, urusan yang sukar segera dapat solusinya, agar rizqinya lancar dan lain lain. Untuk memperoleh sesuatu yang dimaksud sebaiknya shalawat fatih tersebut dibaca secara langgeng terutama dibaca tengah malam 100x selama 40 hari, atau lebih ampuh lagi dibaca setiap hari tiap malam dengan cara shalat hajat dua rakaat, setelah salam hadiah fatihah kepada para Nabi, auliya,syuhada, ulama, ahli kubur yang mukmin, kemudian membaca bacaan sholawat Fatih;
5. Apabila sholawat fatih dibaca setelah shalat shubuh 21x Allah akan memberi luas rizqinya, sabar hatinya, selamat diri dan keluarganya terhindar dari semua bala dan bencana atau malapetaka.
6. Dan siapa orang yang membaca sholawat Fatih 1000x pada malam Jumat atau malam Kamis atau malam Senin, maka orang tadi besok dapat berkumpul dengan Nabi Muhammad SAW. Adapun caranya sebelum membaca Sholawat Shalat sunnah 4 rakaat: rakaat pertama ba'da Fatihah membaca Surat Al Qadar, rakaat kedua membaca Surat Al Kafirun, rakaat ketiga membaca Surat Al Falaq, dan rakaat ke empat membaca Surat An Nas

Sumber
Kitab Abdullah Afif Thaifuri

SHOLAWAT NAQSYABANDI

SHOLAWAT NAQSYABANDI
Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad wa'ala aali sayyidina Muhammad 'adada kulli daa iwwa dawaiwwabarik wasallim 'alaihi wa'alaihim katsira

Artinya :
Yaa Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW dan kepada keluarga junjungan kita Nabi Muhammad SAW menurut bilangan seluruh penyakit dan obat-obatan, dan semoga Engkau memberikan keberkahan dan keselamatan yang banyak kepada Nabi Muhammad dan keluarganya

Khasiat nya :

1. Jika anda tidak mau dilecehkan dan dihina oleh orang lain, maka bacalah shalawat ini sesudah sholat maghrib dan shubuh dengan istiqomah sebanyak 21x, insya Allah anda tidak diganggu.

2. Bila anda menderita sakit panas, maka bacalah shalawat ini sebanyak 1000x, lalu ditiupkan pada air putih yang ada dalam gelas kemudian diminum, insya Allah cepat sembuh.


Sumber
Kitab Abdullah Afif Thaifuri

Sholawat Ibrahim Beserta Arti Dan Keutamaannya

Sholawat Ibrahim Beserta Arti Dan Keutamaannya



Sholawat ini terdapat dalam bacaan tasyahud akhir shalat.
Imam Nawawi berkata: Bahwa Sholawat ini dinamakan sholawat Ibrahimiyah karena sholawat tersebut merupakan bentuk sholawat yang paling utama, banyak menimbulkan pengaruh yang besar sekali apabila dibaca tiap-tiap hari secara istiqomah, terutama, bagi yang mempunyai keinginan besar untuk menunaikan ibadah haji, maka perbanyaklah membaca sholawat ini secara istiqomah, karena sholawat ini diajarkan oleh Rasuluuah saw. Adapun kalimatnya yaitu :

ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN KAMAA SHALLAITA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIMA WA’ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAHIIA WABAARIK ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN KAMAA BAARAKTA ‘ALAA SAYYIDINAA ’ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIMA WA ‘ALAA AALI SAYYIDINA IBRAAHIMA, FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUN MAJIIDUN.


Artinya : Ya Allah , berilah kasih saying kepada junjungan kita nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberi kasih sayangmMu kepada junjungan kita Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan berkatilah kepada junjungan kita nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberkati junjungan kita nabi Ibrahim dan kelurganya diantara makhluk makhlukmu, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.Shalawat ini adalah bentuk shalawat untuk Nabi saw yang paling sempurna/ baik yang datang dari Nabi saw atau yang datang dari para ulama. Oleh karenanya para ulama mengistimewakan bentuk shalawat ini karena adanya kesepakatan atas kesahehan riwayat yang menurunkan hadis ini, sebagaimana para imam hadis: Imam Malik dalam kitab Muwaththa’, Bukhari dan Muslim dalam dua kitab Shahehnya, Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i telah meriwayatkannya.Al-Hafidz al-’Iraqi dan al-Hafidz as-Sakhawi menyatakan bahwa hadis ini telah disepakati kesahihannya. Demikianlah Syaikh menyebutkan dalam kitab syarh Dalail al-Khairat dan dalam kitabnya yang lain. Lafadz shalawat ini diriwayatkan dalam beberapa jalur dan lafadz ini adalah salah satu di antaranya, yaitu yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dan beberapa imam hadis yang lain, sebagaimana yang dijelaskan dalam kltab Syarhu al-Dala’il oleh al-Fasi.
Syaikh Ahmad ash-Shawi berkata: “Imam Bukhari telah meriwayatkan dalarn beberapa kitabnya bahwa Nabi saw- bersabda: Barangsiapa membaca shalawat ini, maka aku akan memberikan kesaksian padanya di hari kiamat dan aku akan menolongnya (memberikan syafa’atku kepadanya). Ini adalah hadis yang hasan. Para perawinya adalah perawi-perawi yang shahih. Ada sebagian ulama yang menyatakan bahwa membaca shalawat ini sebanyak seribu kali pasti akan bermimpi Nabi saw.,,
Lafadz shalawat sebagaimana yang clisebutkan dalam hadis ini tidak menyertakan lafadz siyadah (sayyidina). Imam Ramli dalam kitab Syarhu al-Minhaj berkata: “Yang lebih utama adalah menyertakan lafadz siyadah, karena di daiamnya terkandung pemenuhan terhadap apa yang diperintahkan dan menambah penjelasan sesuai kenyataan yang merupakan tatakrama, dan tatakrama lebih baik dilakukan daripada ditinggalkan. Adapun hadis yang menyatakan: Janganlah menambahkan lafadz sayyidina untuk (menyebut nama) ku di datam shalat, adalah hadis palsu, karena tidak ada dasarnya. Demikianlah para ulama ahli hadis mutaakhkhirln rnenyatakan.
Imam Ahmad lbn Hajar dalam kitab al-Jauhar al- Munazhzharn. meny atakan: “Menambahkan lafadz s ayidina sebelum lafadz Muhammad tidak ada salahnyan bahkan itu adalah tatakrama memperlakukan Rasulullah saw sekalipun di dalam shalat fardhu.”
Al-Qishthillani dalam kitabny al Mawahib al Ladunniyyah menyatakan: “Para ulama beristidlal atas kesempurnaan shalawat model ini dengan pengajaran Nabi saw kepada para sahabatnya akan bentuk shalawat ini setelah rnereka menanyakan apakah bentuk shalawat ini adalah cara yang paling sempurna di antara shalawat yang lain. Karena, pastilah bahwa beliau tidak akan memilih untuk diri beliau kecuali yang terbaik dan paling utama’ Dan akibat atau konsekuensi hukum yang ditimbulkan dari realitas tersebut adalah, bahwa seandainya seseorang bersumpah untuk membacakan suatu shalawat yang paling utama untuk Nabi saw, maka cara membayar sumpah tersebut adalah dengan rnembaca shalawat Ibrahimiyah ini.”
Demikianlah, sebagaimana yang telah dibenarkan oleh Imam an-Nawawi dalam kitab ar-Raudhah setelah menyebutkan cerita yang diriwayatkan oleh ar-Rofi’i dari Imam aI- Marwazi, bahwa beliau berkata: “Ia telah terbebas dari beban sumpah itu apabila ia membaca:


Ya Allah, berikanlah kasih sayangMu kepada junjungan kami Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Muhammad setiap kali orang-orang yang ingat menyebutnya dan setiap kali orang-orang yang lupa melalaikannya.”
Imam an-Nawawi berkomentar: “Sepertinya al-Marwazi mengutip teks shalawat ini dari gubahan Imam asy-Syafi’i, yaitu pada khutbah kitab ar-Rlsalahnya, akan tetapi dengan laf adz ” saha” (lupa) sebagai ganti lafadz ” ghofala” (lalai) .”
Qadhi Husain berkata: “Adapun cara untuk membebaskan diri dari sumpah dimaksud adalah dengan membaca:
Ya Allah, berikanlah kasih sayang-Mu kepada Muhammad sebagaimana ia berhak memilikinya.
Demikianlah sebagaimana yang dikutip oleh al-Baghawi.
Seandainya semua model shalawat dikumpulkan: membaca shalawat Ibrahimiyah sebagaimana yang disebutkan dalam hadis, kemudian dilanjutkan dengan shalawat gubahan Syafi’i, setelah itu shalawat yang diriwayatkan oleh Qadhi Husain, niscaya akan lebih komprehensip. Sekiranya ada yang mengatakan bahwa seandainya semua riwayat yang valid tersebut dikumpulkan dalam satu dzikir dan dimaksudkan agar menebus sumpahnya niscaya itu akan lebih baik.
Imam al-Barizi berkata: “Menurutku, membebaskan diri dari beban sumpah bisa dicapai dengan membaca:

Ya Allah, berikanlah kasih sayang-Mu kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad dengan shalawat-Mu yang paling utama dan sebanyak hitungan dalam pengetahuan-Mu.”
Karena teks shalawat ini lebih mendalam, oleh karena itu maka ia menjadi lebih utama.
At-Majd al-Lughawi dengan mengutip dari sebagian pendapat ulama berkata: “Seandainya seseorang bersumpah untuk membaca shalawat untuk Nabi saw yang paling utama, maka ia hendaklah membaca:
Ya Allah, berikanlah kasih sayang-Mu kepada junjungan kami Muhammad dan kepada para nabi yang lain, para malaikat dan para wali sepenuh hitungan yang genap dan ganjil dan sebanyak kalimat-kalimat Tuhan kami Yang Maha Sempurna dan Diberkati.”Dan diriwayatkan juga oleh sebagian ulama yang lain, yaitu dengan membaca:
“Ya Allah, berikanlah kasih sayang dan kedamaian-Mu kepada Muhammad, hamba-Mu, nabi-Mu dan rasul-Mu, yaitu sang pembawa berita yang ummi, dan kepada keluarganya, istri- istrinya dan keturunannya, sebanyak hitungan makhluk-Mu dan kerelaan-Mu, seberat ‘ arsy-Mu dan untaian kalimat-kalimat-Mu.”
Ada ulama yang memilih model shalawat ini:
Ya Allah, berikanlah kasih sayang-Mu kepada junjungan kami Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Muhammad, dengan kasih sayang yang abadi sebagaimana keabadian-Mu.”
Sebagiannya lagi ada yang memilih model shalawat berikut:
“Ya Allah, Tuhan Muhammad dan keluarga Muhammad, berikanlah kasih sayang-(Mu) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, dan berikanlah kepada Muhammad saw balasan yang semestinya.”Al-Majd selanjutnya berkata: “Semua penjelasan di atas ini adalah sebagai bukti bahwa persoalan dalam bentuk shalawat ini sangat fleksibel, boleh ditambah dan boleh dikurangi. Artinya, shalawat tidak mesti dengan satu lafadz tertentu dan pada waktu yang tertentu pula.
Namun demikian tentunya yang paling utama dan paling sempurna adalah apa yang kita ketahui dari beliau saw sendiri, seperti yang telah kami sebutkan pada bagian awal.”
Demikian kutipan ‘Adawi dari al-Hafidz as-Sakhawi,

SHALAWAT MUKHATAB

 SHALAWAT MUKHATAB


SHALAWAT UNTUK MEMPEROLEH HAJAT

Syaikh Ibnu Saifuddin al Jabari qadasallahu sirrahu berkata:”siapa yang membaca shalawat dan salam atas nabi s a w seperti dibawah ini pada malam Jum’at sebanyak 1000 (seribu kali),kemudian dibiasakan secara rutin setiap malam 1000x sampai hari jum’at berikutnya, maka memperoleh apa yang diperlukan, dan hajat kebutuhannya dikabulkan.Dan inilah rahasia mendatngkan hajat yang mengagumkan:


ا لصَّلا ةُ وَالسَّلاُ مُ عَـلَـيْـكَ يـاَ سَـيِّـدِ ى يـَا رَ سـُوْ لُ ا لَّلـهِ خـُذْ بـَـيَـدِ قَـلَّـتْ حِـيْـلَتِ اَدْ رِكْـنِي

         [Ashalaatu wassalaamu ‘alaika yaa sayyidii yaa rasulullah khudz biyadi qallat khillati adriknii.(100 x)]

Artinya :

Rahmat dan keselamatan semoga tercurahkan kepadamu wahai junjunganku, ya rasulullah,peganglah tanganku, habis daya upayaku, dapatkanlah aku.


Dalam bukunya Amalan para ulama salaf uztad Abdullah afifi Thaifuri menulis kasiat shalawat ini sebagai berikut :

    Bagi anak anda yang sedang menuntut ilmu supaya diberi kecerdasan maka bacalah shalawat ini sebanyak 1000 kali dalam sehari semalam,insya Allah apa yang anak anda inginkan cepat terkabulkan
    Jika shalawat ini dibaca 1000 x pada hari jum’at dan dibaca sebanyak 11 x selain hari jum’at denga istiqomah, insyaAllah anda akan memperoleh keselmatan dari ancaman marabahaya.



Sumber

Kitab Abdullah Afif Thaifuri

Shalawat Badawi



Shalawat Badawi

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ شَجَرَةِ الأَصْلِ النُّورَانِيَّةِ . وَلَمْعَةِ الْقَبْضَةِ الرَّحْمَانِيَّةِ . وَأَفْضَلِ الْخَلِيْقَةِ اْلإِنْسَانِيَّةِ . وَأَشْرَفِ الصُّوْرَةِ الْجِسْمَانِيَّةِ . وَمَعْدِنِ اْلأَسْرَارِ الرَّبَّانِيَّةِ . وَخَزَائِنِ الْعُلُوْمِ الْإِصْطِفَائِيَّةِ . صَاحِبِ الْقَبْضَةِ الأَصْلِيَّةِ . وَالْبَهْجَةِ السَّنِيَّةِ وَالرُّتْبَةِ الْعَلِيَّةِ . مَنِ انْدَرَجِتِ النَّبِيُّوْنَ تَحْتَ لِوَائِهِ فَهُمْ مِنْهُ وَإِلَيْهِ . وَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلِيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ . عَدَدَ مَا خَلَقْتَ وَرَزَقْتَ وَأَمَتَّ وَأَحْيَيْتَ إِلَى يَوْمِ تَبْعَثُ مَنْ أَفْنَيْتَ وَسَلِّمْ تَسْلِيماً كَثِيراً وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ .

Artinya:” Ya Allah, limpahkanlah rahmat, keselamatan dan berikanlah keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, sebagai sumber cahaya, sebagai genggaman kilauan kasih saying, sebagai manusia yang paling utama, memiliki bentuk badan yang paling mulia, kekayaan rahasia ketuhanan, gudang ilmu yang terpilih, pemilik genggaman yang asli, kemegahan yang terpuji, derajat yang luhur, para Nabi berada di bawah naungan benderanya, mereka seluruhnya dari dan kepada Nabi Muhammad. Ya Allah, limpahkanlah rahmat, keselamatan dan beriknlah keberkahan
kepada beliau, keluarga dan para sahabat beliau sebanyak makhluq yang Engkau ciptakan, yang Engkau beri rizki, yang Engkau matikan dan Engkau hidupkan hingga pada hari yang Engkau bangkitkan siapa saja yang Engkau binasakan. Dan berikanlah kepadanya sebenar-benarnya salam yang banyak. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.


Para ahli ma’rifah mengatakan bahwa shalawat syajarah al-ashal ini memiliki keutamaan mendatangkan banyak rahasia dan menyampaikan seseorang mencapai derajat Quthbaniyyah (wali Quthb), memudahkan datangnya rizki hissiyyah (bisa dilihat oleh mata) dan rizki ma’nawiyyah (tidak bisa ditangkap oleh mata).
Sayyid Ahmad Bin Abi Bakr Bin Sumaith menegaskan bahwa: Siapa saja yang membaca shalawat ini setiap hari sebanyak 100 kali dan berlangsung selama 40 hari disertai keistiqomahan, maka akan datang kepadanya aneka kebaikan yang hanya diketahui oleh Allah taala. (lihat kitab: manhallul wurrad Min Faidh al-imdad Syarh abyat al-quthb Abdullah Bin Alawiy al-haddad halaman; 228)

Sumber: H. Rizki Zulqornain asmat

SHALAWAT ALI KARRAMALLAHU WAJHAH

SHALAWAT ALI KARRAMALLAHU WAJHAH


Berikut shalawatnya:
“SHALAWAATULLAAHI WA MALAA IKATIHI WA ANBIYAA-IHII WA JAMII’I KHOLQIHI ‘ALA MUHAMMADIN WA ‘ALAYHII WA ‘ALAYHIMUSSALAAMU WA ROHMATULLAAHI WA BAROKAATUHU”.
Artinya:
“semoga rahmat Allah dan para malaikatnya, para nabinya serta semua makhluknya tercurahkan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepadanya dan kepada semua keluarganya semoga mendapat limpahan keselamatan, rahmat Allah dan berkahnya.”



kharomahnya:


1. Bila ingin di lindungi oleh Allah SWT, baca sebanyak banyaknya sehabis sholat fardhu.

Khasiat dan Fadhilah Sholawat THIBBUL QULUUBI

Khasiat dan Fadhilah Sholawat THIBBUL QULUUBI


"ALLAAHUMMA SHALLI 'ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN THIBBUL QULUUBI WADAWAAIHAA WA'AAFIYATIL ABDAANI WASYIFAAIHAA WANUURIL ABSHAARI WADLIYAAIHAA WAQUWWATIL AJSAADI WAL ARWAAHI WAGHIDAA IHA WA'ALAA AALIHI WASHAHBIHI AJMA'IIN"

Artinya :

Ya Allah curahkanlah rahmat kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya dan sebagai penyinar penglihatan mata  beserta cahayanya dan merupakan makanan pokok jasmani maupun rohani, Semoga sholawat dan salam tercurahkan pula kepada keluarga serta para shahabat-shahabatnya.

Fadhilah dan Khasiat Sholawat Tibbil Qulub :

Sholawat Nurul Anwar dan Khasiatnya

Sholawat Nurul Anwar dan Khasiatnya


Allahumma shalli 'alaa nuuril anwaari wasirril asraari, watiryaaqil aghyaari wamiftaahi baabil yasaari, sayyidinaa wamaulaana Muhammadinil muhtaari wa aalihil ath haari wa ash haabihil ahyaari 'adada ni'amillaahi wa ifdhaalih.
Artinya :
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada cahaya dari segala cahaya, rahasia dari segenap rahasia, penawar duka dan kebingungan, pembuka pintu kemudahan, yakni junjungan kami, Nabi Muhammad saw. yang terpilih, keluarganya yang suci, dan para sahabatnya yang mulia sebanyak hitungan nikmat Allah dan karu-nia-Nya”

Keutamaan dan Khasiat Sholawat Nurul Anwar :


Shalawat ini bersumber dari Wall Quthub Sayyid Ahmadal-Badawi r.a. Menurutnya, keutamaan dan kegunaan shalawat ini adalah:
• Jika seseorang membaca shalawat ini setiap selesai shalat fardhu, maka ia akan terhindar dari segala marabahaya dan memperoleh
rezeki dengan mu-dah.
• Jika seseorang membaca shalawat ini sehari dan malamnya 100 kali, maka ia akan memperoleh rezeki lahir-batin, manjur untuk mendatangkan segala hajat, menolak bencana, dan memperoleh cahaya Ilahi.
• Jika seseorang menginginkan jabatan atau kedu-dukan tinggi, maka hendaklah ia membaca shala­wat ini sebanyak 21 X setiap akan berangkat kerja
• Bila seseorang membaca shalawat ini 7 kali setiap akan tidur, insya'Allah ia terhindar dari sihir yang dilakukan orang yang jahat.

Menurut pengalaman ulama’ Sholawat Nurul Anwar ini memiliki banyak faedah dan khasiat antara lain:
1.      Jika dibaca ketika hati sedang gandrung atau hati sedang ruwet maka allah akan memberikan kelapangan hati dan kegembiraan
2.      Jika sedang mengalami amarah yang memuncak kemudian membaca sholawat nuurul anwar insya allah kemarahan akan reda seketika, begitu juga apabila menghadapi orang yang sedang marah atau menghadapi orang yang sangat ditakuti kemarahannya maka bacalah sholawat nurul anwar.
3.      Untuk menjernihkan pikiran, khususnya bagi para penuntut imu, memudahkan menerima pelajaran dari pengajar.
4.      Untuk mengalami kesempitan rezeki agar luas rezeki wiridkan sholawat nuurul anwar
5.      Usaha dagang / bisnis tumpur atau yang hidup segan mati tak mau maka baik sekali mewiridkan sholawat nuurul anwar setiap selesai sholat 5 waktu.
6.      Sholawat Nurul Anwar jika selalu di amalkan maka dapat memberi efek yang pemarah jadi lembut hati, yang pendendam jadi penyayang. Dan masih banyak lagi khasiat dari mewiridkan sholawat.

          Itulah diantara khasiat-khasiat Sholawat Nurul Anwar yang hendaknya diamalkan dengan penuh keyakinan seraya memohon kepada Allah yang maha kuasa. Insya Allah akan mendapatkan keberhasilan.





Sumber
Kitab Abdullah Afif Thaifuri

Shalawat Nurul Qalbi

Shalawat Nurul Qalbi

Bismilahirrohmanirrohim
Allahumma shalli ‘alla shayyidinna muhammadin shalatan muushilatan ilaihi jamaa’atan ‘alaihi yatluhal lisanu wayatta-shilu bi’ilmihal janaanu wayan ba’itsu asraaru haa fil arkani fatajma’ul qalba ‘alaa syuhuudihi wassirra ‘allaa nufudihi wal jawariha ‘alaa tahamulli adaa’i matuhummilat wash shidqa fii mu’aamalati man ‘aamalat wa’alaa aalihil kiraami wa ash habihil a’laami.Allalhumma nawwir qalbii wasy rah shadrii birahmatika yaa arhammar rahimiina.
artinya;
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Salallahu’alaihi Wasalam.rahmat yang sampai kepadanya yang kumpul diatas yang lisan membacanya yang hati hati bertemu dengan pengertiannya yang dapat menimbulkan rahasia rahasia di dalam rukun rukunnya,kemudian dapat mengumpulkan hati atas persaksiannya dan rahasia atas kelangsungannya dan anggota anggota tubuh atas tanggungan sampai apa yang ditanggung dan kejujuran di dalam perbuatan orang yang berbuat.Dan limpahkanlah (rahmat dan keselamatan) kepada keluarganya yang mulia dan kepada para sahabat sahabatnya yang besar.Ya Allah berikan cahaya hatiku dan lapangkanlah dadaku sebab rahmatMU wahai Dzat Yang Paling Belas Kasih terhadap orang orang yang berbelas kasih.

Shalawat Syekh Abdul Qodir Jailani

Inilah Shalawat Syekh Abdul Qodir Jailani :


اَلصَلاََةُ والسَلاَمُ عَلَيْكَ ياَشيخُ عَبْدُ الْقاَدِرِالْجَيْلاَنِى مَحْبُوْبُ اللهِ, اَنْتَ صَاحِبُ الاِجَازَةِ ~ اِجَازَةِ مُحَمَّدٍ~مُحَمَّدٌ اِجَازَةُالله ~ اَنْتَ صَاحِبُ الْكَرَامَةِ ~ كَرَامَةِمُحَمَّدٍ ~ مُحَمَّدٌ كَرَمَةُ الله ~ اَنْتَ صَاحِبُ الشَفَاعَةُ ~ شَفَاعَةَمُحَمَّدٍ ~ مُحّمَّدٌشَفَاعَةُ اللهِ ~ يَاشيْخ عَبْدِالْقَادِرِالْجَيْلاَنِى..  اَغِشْنِئ...


arti nya : 

Yaa Allah, limpahkan rahmat dan keselamatan atas sayyidina Muhammad yang membuka apa yang tertutup dan yang menutup segala yang dahulu, Penolong yang haq dengan yang haq, dan yang menunjukan kejalan yang benar, dan atas para keluarga dan sahabatnya hingga pangkat dan kekuasaan yang besar

Khasiat :
1. Jika anda punya anak yang nakal/bandel, obatilah dengan cara :

Bacaan Shalawat Nariyah, Khasiat Dan Sejarahnya

Keberadaan Shalawat Nariyah memang menjadi kontroversi tersendiri di kalangan umat Islam. Ada yang mengatakan itu bid’ah, syirik dan sebagainya. Tapi di berbagai daerah shalawat Nariyah ini biasa jadi amalan banyak orang Islam. Shalawat Nariyah ini sering disebut sebagai shalawat Tafrijiyah juga. 


Bagi saya pribadi, apa pun bentuknya, sebuah shalawat adalah bentuk pemuliaan dan sanjungan kita kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Ada banyak sekali bacaan shalawat yang ditujukan untuk baginda Nabi. Misalnyashalawat tausi'ul arzaq dan shalawat lain yang dimaksudkan untuk menghilangkan kesedihan.


Disebutkan dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) bahwa, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah)”.

Inilah bacaan sholawat nariyah yang terkenal itu :

Bacaan Shalawat Nariyah Arab

Bacaan Shalawat Nariyah, Khasiat Dan Sejarahnya

Bacaan Shalawat Nariyah Latin